Ada Perubahan Perilaku Konsumsi, Menko Airlangga Singgung Rohana dan Rojali

0
34
Reporter: Rommy Yudhistira

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa terdapat pergeseran perilaku belanja masyarakat ke arah belanja daring. Hal itu terlihat dari peningkatan transaksi di retail daring dan marketplace yang meningkat hingga 7,55% secara bulanan (qtq).

Dari pertumbuhan itu, Airlangga mengatakan sektor perawatan pribadi, dan kosmetik menjadi faktor pendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat dari sisi belanja daring.

” Yang tumbuhnya tinggi adalah personal care dan kosmetik itu naik mendekati 17%. Kemudian produk rumah tangga, dan kantor itu Rp72,8 triliun, tumbuhnya 29,38%. Transaksinya juga meningkat pesat di mana tahun 2018 itu transaksinya ada 280 juta. Di tahun lalu itu sudah 3,24 miliar,” kata Airlangga dalam konferensi pers kinerja ekonomi kuartal II 2025 di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (05/08/2025).

Dari sisi kinerja keuangan sektor retail, Airlangga mengatakan fenomena rombongan jarang beli (Rojali), dan rombongan hanya nanya (Rohana), tidak sepenuhnya terbukti benar. Hal itu, kata Airlangga, terlihat dari pertumbuhan sektor retail pada kuartal II tahun ini.

Baca Juga :   Soal EUDR, Apa Saja Pesan Menko Airlangga kepada Apkasindo

Berdasarkan catatan yang dimiliki, Airlangga mengatakan, terdapat 3 emiten retail yang mencatat kinerja positif, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk.

“Seluruhnya, semester I ini pertumbuhannya mendekati 5%. Ini menunjukkan bahwa terkait dengan isu Rohana, dan Rojali, ini isu yang ditiup-tiup. Jadi faktanya berbeda, dan tentu ini yang harus kita lihat,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2025 tumbuh 5,12%. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengatakan terjaganya konsumsi rumah tangga ini diindikasikan antara lain oleh indeks penjualan eceran riil dan nilai impor barang konsumsi yang terus tumbuh secara tahunan (year on year).

Selain itu, tambahnya, nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit tumbuh 6,26% year on year. Kemudian, pertumbuhan transaksi online dari e-retail  dan marketplace sebesar 7,55% secara kuartalan (Q-to-Q).

Leave a reply

Iconomics