Pemerintah Indonesia Dorong IsDB untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi yang Memanfaatkan Nilai Tambah dari Halal Value Chain
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengharapkan dukungan IsDB dalam memperkuat perdagangan dan investasi Indonesia–Arab Saudi, terutama untuk komoditas ekspor utama (kendaraan, minyak nabati, dan kayu) dan memperluas dukungan ke negara-negara anggota IsDB lainnya di Timur Tengah dan Afrika sebagai non-traditional markets untuk pengembangan tujuan ekspor.
Sesmenko Susiwijono juga menekankan perlunya dukungan IsDB dalam memanfaatkan potensi sektor swasta pada layanan rantai pasok untuk layanan jamaah umrah dan haji.
“Jemaah Indonesia adalah yang terbesar di dunia yaitu 1,77 juta pada tahun 2024 dan diproyeksikan menjadi 3,3 juta pada tahun 2030, sehingga sangat besar potensi ekonomi dari layanan rantai pasok dan logistiknya,” kata Sesmenko Susiwijono dalam keterangannya.
Sesmenko juga mendorong IsDB untuk terus mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dukungan diperlukan untuk memperdalam sektor keuangan dan mengembangkan instrumen keuangan syariah. Di samping itu, IsDB diminta mendukung Energy Transition Mechanism (ETM) dan pembangunan energi baru terbarukan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
Indonesia juga mendorong dukungan IsDB dalam pemanfaatan data perdagangan antar negara anggota, sebagai dasar perencanaan dan pengembangan kawasan ekonomi maupun industri, yang bisa menjadi bagian dan mendapatkan nilai tambah dari Halal Value Chain. Pemerintah telah menyiapkan skema fasilitas melalui Kawasan Ekonomi Khusus yang berbasis ekonomi syariah (KEK Halal), untuk mendapatkan nilai tambah dari rantai pasok global dalam pelaksanaan perdagangan antar negara-negara Islam.
Director IsDB menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan IsDB dalam berbagai proyek dan program pendukung pertumbuhan ekonomi. Ke depan akan ada lebih banyak program pengembangan kapasitas dari IsDB, khususnya yang terkait dengan pengembangan SDM Indonesia, seperti secondment, pelatihan, atau lokakarya bagi pejabat dan pegawai Pemerintah Indonesia.
Hingga saat ini, IsDB telah mendukung 352 proyek di Indonesia, termasuk 65 proyek yang masih aktif di berbagai sektor strategis seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, industri, energi, transportasi, dan keuangan, dengan total komitmen pembiayaan mencapai US$7,2 miliar.