ASSA Catat Kinerja Solid, Pendapatan Naik 21% hingga September 2025
Ilustrasi layanan Adi Sarana Armada Tbk
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat kinerja solid sepanjang Januari–September 2025. Emiten yang bergerak di ekosistem mobilitas orang dan barang terintegrasi ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4,41 triliun, tumbuh 21% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pilar usaha pengiriman dan logistik yang menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp1,9 triliun, naik 39% YoY. Segmen sewa kendaraan dan Autopool turut memberikan kontribusi sebesar Rp1,2 triliun, disusul oleh bisnis rental korporasi yang juga mencatat pertumbuhan positif.
“Pencapaian kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun ini mencerminkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang dijalankan secara konsisten oleh ASSA sebagai ekosistem dengan tiga pilar bisnis utama. Sambil terus memperkuat bisnis logistik, kami juga menjaga pertumbuhan sehat dari segmen rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas di bawah bendera anak usaha kami, ASLC (PT Autopedia Sukses Lestari Tbk),” ujar Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA, dalam keterangan resmi, Selasa (21/10).
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai Rp348,60 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp212,68 miliar.
Ke depan, ASSA akan terus memfokuskan pengembangan bisnis pada layanan logistik terintegrasi (end-to-end). Perusahaan mengoptimalkan sistem dan efisiensi operasional melalui pengembangan warehouse management system dan transport management system, serta memperluas layanan logistik berorientasi pasar B2B untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah.
Saat ini ASSA juga memperkuat layanan rantai dingin (cold chain) melalui Coldspace dengan menambah fasilitas gudang baru di Pulo Gadung, yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini. Selain itu, jaringan hub Cargoshare terus diperluas ke lokasi-lokasi dengan tingkat produktivitas tertinggi guna mendukung efisiensi dan kapasitas distribusi.
Selain logistik yang menjadi pendorong utama, ekosistem kendaraan bekas juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Nilai penjualan mobil bekas Perseroan tercatat mencapai Rp806,7 miliar, tumbuh 24% YoY dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui anak usahanya ASLC, ASSA berfokus pada peningkatan efisiensi bisnis kendaraan bekas serta perluasan jangkauan Caroline.id ke berbagai wilayah potensial untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Hingga akhir September 2025, jumlah outlet Caroline.id telah mencapai 17 outlet yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Dari lini bisnis gadai, MotoGadai — juga di bawah ASLC — terus memperbesar basis pelanggan di unit lelang sentral di Jakarta, yang hingga tahun 2025 telah memiliki dua cabang aktif.
Pada segmen rental kendaraan, ASSA secara konsisten melakukan diversifikasi basis pelanggan guna mengurangi ketergantungan pada satu pasar, sambil tetap berhati-hati dalam pemilihan calon penyewa mengingat kondisi ekonomi yang masih menunjukkan ketidakpastian.
“Dengan demikian, meskipun segmen logistik masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan, ASSA berupaya agar pertumbuhan semakin seimbang di seluruh lini bisnis perusahaan,” tutup Prodjo Sunarjanto.