Chair of MCorp Ungkap Strategi Kompetisi di Era AI
Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya saat membuka “Indonesia Marketing Outlook 2026”/Dok. Markplus
Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya saat membuka “Indonesia Marketing Outlook 2026” menekankan bahwa ketangkasan, efisiensi, serta pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI), yang menjadi fondasi utama pertumbuhan industri tahun depan.
“Ketangkasan dan efisiensi bukan lagi strategi tambahan, tetapi pilar utama daya saing industri di era AI. Melalui rangkaian sesi hari ini, kami ingin membantu pelaku bisnis memahami bagaimana teknologi, kreativitas, dan insight pelanggan dapat diintegrasikan untuk menciptakan nilai yang jauh lebih besar bagi pasar Indonesia,” kata Hermawan.
Morning Breakout Session: Agile as Growth Advantage
Sesi ini menghadirkan diskusi panel dan wawasan mendalam tentang bagaimana ketangkasan, inovasi, dan pemanfaatan AI dapat menjadi pengungkit utama pertumbuhan di berbagai fungsi pemasaran dan industri.
Dalam panel Customer Management: Reimagining Engagement with AI CRM, Fadly Hasan (Direktur Bisnis & Pemanfaatan Aset Transjakarta), Elvin Rahardja (Chief Marketing Officer Pizza Hut Indonesia), dan Djoko Setyanto (VP Innovation & Technology Hypernet Technologies) membahas bagaimana AI memperkuat strategi CRM untuk meningkatkan pengalaman dan retensi pelanggan.
Pada Product Management: AI-Driven Offers and Selections, Feby Sallyanto (Chief Enterprise Business Officer XLSmart), Jimmy Yogaswara (CEO SOCA AI), dan Ibnu Hikmat (Product Director Cisco Indonesia) memaparkan bagaimana AI mempercepat personalisasi penawaran produk serta meningkatkan adaptasi terhadap kebutuhan pasar.
Topik Brand Management: Leveling Up Your CX: The Power of Multi-Modal AI menghadirkan Andre Onggara (Business Director AI & Digital Native BytePlus Indonesia), Eduard Rudolf Pangkerego (COO Artotel Group), dan Dayu Dara Permata (CEO & Founder Pinhome) yang menjelaskan bagaimana AI multimodal menghadirkan interaksi brand yang lebih intuitif dan personal.
Sesi Entrepreneurial Marketing menghadirkan Dendi Danianto (Chief Marketing Officer Danantara Asset Management) dan Harman Subakat (Group CEO ParagonCorp) yang berbagi pengalaman dalam membangun keunggulan kompetitif lewat inovasi, ketangkasan perusahaan, dan visi jangka panjang.
Diskusi berlanjut ke Winning Digital Marketing, di mana Heppy Wulansari (Vice President Marketing Pertamina Patra Niaga), Retna Asmoro (SVP Marketing & Activations InJourney), dan Intan Ayu Kartika (Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia) berbagi strategi memenangkan pasar melalui pemanfaatan kanal digital secara efektif.
Sesi Product Management: XaaS – Redefining Customer Value Creation menghadirkan Sandra Sunanto (CEO Hartadinata), Nayusrizal (EVP Niaga dan Pemasaran PLN) dan dr. Yassin Yanuar Mohammad (CEO Klinik Bamed) yang membahas transformasi model layanan berbasis XaaS yang lebih fleksibel, bernilai di mata pelanggan, dan customer-centric.
Topik pagi ditutup dengan Brand Management: Predictive Storytelling using AI, menghadirkan Edric Chandra (Program Initiator DSC Wismilak Foundation), Ria Sutrisno (Head of Marketing Mr. DIY), dan Yudistira Nugroho (Agency Business Lead Google Indonesia), yang menjelaskan bagaimana analitik prediktif membantu brand menghasilkan storytelling yang lebih relevan, tepat sasaran, dan berdampak.
Afternoon Breakout Session: Lean as Growth Advantage
Sesi diskusi berlanjut dengan berfokus pada bagaimana pendekatan lean dan teknologi dapat memperkuat efisiensi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Di mulai dengan sesi Customer Management: AI-Powered Customer Engagement, Asnawi
Jufrie (General Manager (SEA) SleekFlow), Antonius Taufan (CEO TADA Indonesia), dan JOO Hwan Kim (CEO Cheil Indonesia) menguraikan bagaimana AI mendorong loyalitas dan kualitas interaksi pelanggan yang lebih cerdas dan efektif.
Sesi Product Management: Mass Customization through AI menghadirkan Fibriyani Elastria (CMO Halodoc), Subhan Novianda (VP Digital IT PT Bio Farma (Persero)), dan Aris Sudewo Wirjoatmodjo (CEO PT Nuon Indonesia) yang membagikan strategi pemanfaatan data dan manajemen produk melalui AI untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi konsumen.
Pada Brand Management: Intelligent IoT Experience Design, Irjen.Pol. H. Dr. Sandi Nugroho (Kepala Divisi Humas Polri), Shandy Maulana Haris (Direktur Teknologi
Informasi PT Jasamarga Tollroad Operator), dan Andi Renreng (Marketing Director Xiaomi) mengulas desain pengalaman pelanggan berbasis IoT yang lebih aman dan intuitif.
Marketing Excellence menampilkan Andrijanto Muljono (Director and Chief Enterprise & Strategic Relationship Officer XLSmart) dan Dr. Otis Hahijary, PhD (Strategic Planner & Chief Commercial Officer Bumilangit Entertainment; CEO Bumilangit Digital) yang menyoroti bagaimana inovasi, pemahaman pasar, dan story telling kuat dapat membangun keunggulan pemasaran.
Sesi dilanjutkan dengan Brand Management: Doing More with Less through Smart Creativity, menghadirkan Foni Walandow (Sales Marketing Dir. & Deputy Corporate Prisma Group), Sutan Tiu (Fleet and After Market Head Astra UD Trucks), dan Rene DePaus (Country Director of Growth, Indonesia Design Bridge and Partners) yang menekankan bagaimana kreativitas cerdas dapat menghasilkan solusi pemasaran yang efektif dan efisien.
Di Product Management: Future-Proof Products with Cybersecurity, Akhmad Deniar P. (VP Product Innovation and Development at Telin), Mr. David Sehyeon Baek (Founder & CEO of Pygmalion (Korea)) dan Andry Samudra (Deputi Direktur Kelompok Spesialis Layanan Digital dan Keamanan Siber, OJK) membahas pentingnya keamanan siber dalam menjaga relevansi produk di era digital yang dinamis.
Sesi siang ditutup dengan Customer Management: Kiosk for Better Customer Experience, di mana Handi Sutanto (Director of Commercial PT ANTAM Tbk), Indra Gunawan (Co-Founder & CEO Bobobox), dan Raden Fitri Sulianto (Plt. Vice President of IT Control and Data Protection PT Kereta Api Indonesia (Persero)) membagikan pengalaman dalam merancang teknologi layanan mandiri yang lebih praktis, cepat, dan user-friendly untuk pelanggan.
Indonesia Industry Outlook 2026
Rangkaian sesi industri ditutup dengan Indonesia Industry Outlook 2026, diskusi panel yang dipandu oleh Hermawan Kartajaya dan mempertemukan Dahlan Iskan, Aviliani, serta perwakilan asosiasi nasional seperti APPBI, ARSSI, GAPMMI, GAIKINDO, PERBANAS, dan REI. Diskusi ini mengulas tantangan struktural industri, peluang pertumbuhan, hingga strategi untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Dengan rangkaian sesi yang komprehensif sepanjang hari, MarkPlus Conference 2026 memberikan perspektif strategis yang memperlihatkan arah transformasi bisnis Indonesia menuju 2026. Kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan yang semakin lean dan agile menjadi landasan penting untuk menghadapi dinamika pasar dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia. (**)