Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tekankan Komunikasi yang Adem, Jangan Terbawa Emosi

0
396
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan menjelaskan perlunya komunikasi yang adem di tengah berbagai fenomena-fenomena yang ada. Ia juga menyebutkan berbagai fenomena yang pernah ada di Bank Indonesia yang harus dihadapi dengan komunikasi adem.

Salah satunya ketika ramai pemberitaan mengenai uang yang dimakan rayap karena sudah disimpan bertahun-tahun di dalam lemari yang kemudian menukarkan uangnya ke Bank Indonesia. Tak lama kemudian, terjadi kejadian yang serupa. Junanto menjelaskan bahwa sebetulnya ada ketentuan dan aturan dalam menukarkan uang ke Bank Indonesia, hal ini untuk memastikan apakah uang tersebut rusak atau tidak. Oleh karena itu, Bank Indonesia harus melakukan komunikasi yang cepat dan tanggap.

“Komunikasi kita harus cepat, harus tanggap, harus responsif termasuk di daerah-daerah. Jadi biasanya terjadi di daerah, dan ini memang kami sudah ingatkan juga, kami ajak seluruh kepala-kepala kantor perwakilan daerah untuk dapat merespons dengan baik,” jelas Junanto dalam Corporate Communications Talks yang digelar The Iconomics pada Kamis (19/01/2023).

Baca Juga :   Corporate Communications Talks Edisi Keempat Mengupas Strategi Komunikasi yang Adem di Tengah Kondisi yang Panas

Pada kasus ini, isu yang beredar Bank Indonesia menolak penukaran uang yang dimakan rayap ini. “Jadi cukup ramai di hari pertama, katanya ditolak. Kita ga boleh panas jadi harus tetap adem,” kata Junanto.

Kejadian selanjutnya, ada uang terbitan satu juta rupiah dari Bank Indonesia yang beredar di TikTok. Adanya video tersebut kemudian mendatangkan banyak pertanyaan dari media ke Bank Indonesia.

“Banyak media tanya, banyak keluarga, semua tanya ini, akan ada uang sejuta lho terbit dari BI. Kata siapa saya bilang? Oh kata TikTok. Ini yang seru nih, jadi Tiktok lebih dipercaya daripada Bank Indonesia,” katanya.

Dalam menyikapi dua kejadian tersebut, Direktur Komunikasi Bank Indonesia mengungkapkan pentingnya komunikasi adem. Kalau salah menanggapinya bisa jadi tidak tepat. Selain itu, perlunya ditanggapi dengan komunikasi-komunikasi literasi edukasi sehingga publik mendapatkan informasi yang jelas, detail dan juga valid dari BI.

Leave a reply

Iconomics