Eks Menpora Dito Ariotedjo Akui Dicecar KPK Soal Kuota Haji karena Dampingi Jokowi ke Arab Saudi

0
31
Reporter: Wisnu Yusep

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/01/2026). Dito diperiksa terkait kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

​Dalam keterangannya usai pemeriksaan, Dito mengonfirmasi bahwa penyidik mencecar pertanyaan mengenai detail kunjungan kerjanya ke Arab Saudi saat mendampingi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

​”Secara garis besar, memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Tadi saya sudah menceritakan semuanya secara detail,” ujar Dito kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta.

 

​Fokus Pembicaraan Makan Siang dengan Putra Mahkota Arab Saudi

​Dito menjelaskan bahwa isu penyelenggaraan ibadah haji sempat muncul dalam obrolan informal saat jamuan makan siang antara Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan spesifik mengenai angka kuota dalam pertemuan tersebut.

​”Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu makan siang. Tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota, tetapi memang pertemuan bilateral waktu itu Putra Mahkota sangat senang dengan diplomasi Pak Jokowi,” tambahnya.

Baca Juga :   Sebelum Periksa Kapolresta, KPK Dalami Dulu Konstruksi Kasus "THR" di Cilacap

​Selain urusan haji, Dito menyebutkan bahwa kunjungan tersebut lebih banyak membuahkan kesepakatan di sektor investasi global, termasuk komitmen terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menilai suasana diplomasi saat itu sangat positif sehingga banyak sektor yang mendapat lampu hijau dari pihak Arab Saudi. “Itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak. Kalau (sektor) yang dibahas biasanya ditentukan oleh tuan rumah,” jelas Dito.

​Pemeriksaan Dito dilakukan untuk mendalami proses diplomasi dan penentuan kebijakan yang terjadi di level pimpinan negara terkait kuota haji tambahan yang kini tengah disidik oleh KPK.

Ditambah lagi, ​​pemeriksaan Dito juga dikaitkan dengan latar belakang keluarganya. ​Dito adalah menantu dari Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro perjalanan haji dan umrah, Maktour.

​Ayah mertuanya, Fuad Hasan Masyhur, sebelumnya sudah diperiksa oleh KPK dan telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Dalam kasus ini, ​penyidik sedang mendalami adanya dugaan penyimpangan dalam pembagian kuota haji tambahan yang seharusnya dialokasikan 92% untuk haji reguler, namun kenyataannya dibagi rata 50:50 dengan haji khusus (pihak swasta/travel).

Leave a reply

Iconomics