Erick Thohir: Siapapun Pemimpinnya ke Depan, Indonesia Butuh Solusi

0
180
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak semua pihak untuk menjaga keberlangsung program pembangunan yang telah dan sedang berjalan agar tidak merugikan masyarakat banyak.

Berdasarkan Survei dari Lembaga Survei Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo meningkat, mencapai 76,2%. Angka kepuasan itu meningkat dari 62,6% pada September 2022. Peningkatan tingkat kepuasan itu sejalan dengan peningkatan kepuasan masyarakat terhadap situasi ekonomi nasional dan penegakan hukum.

Erick Thohir mengatakan, perbaikan kondisi ekonomi nasional terus terjadi, bahkan di tengah pandemi Covid-19 dan ancaman resesi global. Erick mengajak semua pihak menjaga keberlangsungannya.

“Tidak mungkin kita membangun sebuah perbaikan program ke depan sepotong-sepotong. Terlepas dari perbedaan politik, perbedaan persepsi, yang bagus diteruskan, yang kurang bagus diperbaiki. Jangan bongkar pasang yang justru merugikan rakyat karena tidak adanya keberlanjutan,” tambah Erick.

Erick mengatakan terlepas dari ini tahun politik, siapa pun ke depan pemimpinnya, Erick mengatakan bangsa ini membutuhkan solusi.

Ia juga menyoroti indikator perbaikan ekonomi nasional saat ini. Di antaranya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diperkirakan berada di urutan kedua setelah India dengan proyeksi pertumbuhan 5%. Selain itu, realisasi  investasi 2022 mencapai 100,6% dengan realisasi Rp1.207,2 triliun, dari target Rp1.200 triliun.

Baca Juga :   PP Dapat Proyek Kemenkes Bangun RSUD Mamuju Senilai Rp 143,09 M

Menurut Erick, realisasi investasi yang tadinya didominasi oleh Pulau Jawa sekarang sudah shifting banyak yang di luar Pulau Jawa sampai 53%, sementara Pulau Jawa sebesar 46,9%.

Kontribusi BUMN sendiri terhadap ekonomi nasional juga terus meningkat dalam 3 tahun terakhir, mencapai Rp1.198 triliun atau naik dibandingkan periode 2017 hingga 2019 yang sebesar Rp1.130 triliun.

Rasio utang BUMN dibanding modal juga terus menurun dari 38,6% pada 2020 menjadi 36,2% pada 2021, dan turun lagi menjadi 34% pada akhir kuartal ketiga tahun 2022.

“Kalau di dunia usaha, biasanya utangnya itu 70% dan modal sendiri 30%. Ini kenapa Bapak Presiden mendorong penciptaan pengusaha baru melalui program-program seperti Kredit Usaha Rakyat,” tambah Erick.

Untuk penyaluran KUR, bank-bank BUMN dalam Himbara kontribusinya mencapai 90% dengan menyalurkan Rp328,2 triliun disalurkan kepada 7,2 juta nasabah hingga Desember 2022.

Selain itu, di level pedesaan, dilakukan penyaluran kredit PNM Mekaar dengan realisasi pencairan  Rp61,4 triliun pencairan penyaluran hingga Desember 2022 yang menjangkau 13,54 juta nasabah aktif hingga Desember 2022 dengan persentasi kredit macet (non-performing loan/NPL) hanya 0,16%.

Baca Juga :   Pelni Minta Dukungan Pemerintah Rp3 Triliun untuk Ganti 2 Kapal Tua

“Realisasi ini tentu merupakan hal yang menggembirakan mengingat Indonesia tengah mengalami dampak pandemi,” ujarnya.

Erick Thohir menjelaskan dari sisi pengelolaan sumber daya alam, Presiden Jokowi terus mendorong hilirisasi produksi, yakni nilai tambah jika sumber daya alam diolah di dalam negeri daripada diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Erick pula mengajak semua pihak menjaga keberlangsungan perbaikan ekonomi nasional.

“Ayolah kita sama-sama buka hati-buka pikiran bahwa bangsa kita ini perlu solusi, bukan hanya ngomong-ngomong saja, konsep-konsep saja, kita perlu solusi. Dan kalau sudah ada solusi dari pemimpin sebelumnya, ayo lah diteruskan, jangan karena suka dan tidak suka,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics