Hasil Riset LPEM FEB UI: Platform Adakami Berkontribusi hingga Rp 10,96 T terhadap PDB 2024

0
35
Reporter: Rommy Yudhistira

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan kontribusi Adakami kisaran Rp 6,95 triliun-Rp 10,96 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada  2024.

Wakil Kepala LPEM FEB UI Mohamad Dian Revindo menjelaskan, kontribusi itu dihasilkan melalui efek berganda (ripple effect) dari penyaluran pinjaman, yang dampaknya dirasakan peminjam, dan aktivitas ekonomi lokal.

Dalam periode analisis, kata Revindo, LPEM FEB UI mencatat ada 185 sektor ekonomi nasional yang mendapat nilai tambah dari aktivitas yang dipicu pendanaan Adakami. Adapun 3 sektor dengan porsi dampak terbesar yakni jasa lembaga keuangan (21,34%), jasa pendidikan pemerintah (10,03%), dan perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30%).

Selain berkontribusi pada PDB, kata Revindo, penyaluran pinjaman Adakami juga membuka kesempatan kerja bagi 47 ribu-78 ribu orang yang tersebar di 17 sektor industri. Semisal, perdagangan besar dan eceran (19,84%), jasa pendidikan (18,63%), pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,11%).

“Dukungan terhadap sektor ekonomi riil terjadi melalui penguatan permintaan barang dan jasa produktif yang memicu aktivitas ekonomi dan produksi, setidaknya dalam jangka pendek,” kata Revindo dalam keterangan resminya pada Rabu (25/2).

Baca Juga :   BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 4%

Sementara itu, Chief of Public Affairs Adakami Karissa Sjawaldy mengatakan, sebagai platform pinjaman daring Adakami terus berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Karissa melanjutkan, pihaknya meyakini akses pembiayaan yang inklusif, dan dikelola secara bijak dapat membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia. Adakami pun terus berupaya untuk menghadirkan layanan yang berkelanjutan, dan meningkatkan literasi keuangan pengguna.

“Dengan demikian, pendanaan yang disalurkan dapat membantu masyarakat agar dapat bertahan, tumbuh, dan beradaptasi di tengah dinamika ekonomi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional,” ujar Karissa.

Sebagai informasi, data dalam riset didapatkan melalui survei primer pada Oktober-November 2025. Terdapat 615 responden di 7 provinsi, dengan pengguna Adakami terbesar. Metode riset menggunakan kombinasi wawancara langsung, dan pengisian mandiri. Responden terbagi dalam kelompok pengguna pinjaman online, dan informal untuk memungkinkan perbandingan secara komprehensif.

Leave a reply

Iconomics