Hingga September 2022, PGN Bukukan Laba Bersih US$311 Juta
Tangkapan layar M. Haryo Yunianto, Direktur Utama PGN saat paparan publik, Senin (28/11)
Subholding gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) membukukan laba bersih sebesar US$311 juta pada periode Januari-September 2022. Pencapaian laba bersih tersebut meningkat 8% dari US$286 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba bersih terutama dikontribusikan dari peningkatan pendapatan dan laba operasi yang didukung dengan rendahnya beban keuangan. Pendapatan PGN pada sembilan bulan 2022 sebesar US$2,64 miliar, naik 17% dari US$2,25 miliar pada periode yang samat tahun lalu. Beban pokok pendapatan meningkat relatif lebih kecil yaitu 12% menjadi US$2,03 miliar. Dus, laba bruto PGN tumbuh 38% menjadi US$607 juta dan laba operasi naik 47% menjadi US$480 juta.
M. Haryo Yunianto, Direktur Utama PGN mengatakan sampai dengan saat ini Perseroan mampu menjaga pangsa pasar sebesar 92% melalui penambahan jumlah pelanggan di berbagai sektor dan melayani lebih dari 765 ribu pelanggan baik itu pelanggan industri dan rumah tangga, dengan cakupan jaringan pipa gas bumi sepanjang 11.500 km serta tingkat kehandalan jaringan sebesar 100%.
“Pencapaian ini menandakan kebijakan strategis yang kami jalankan berjalan degan baik, kerja sama antar seluruh tim di subholding gas juga berjalan baik, antara PGN dan seluruh anak perusahaannya, serta strategi optimasi melalui penambahan pelanggan dan peneterasi pasar, perluasan layanan rumah tangga, diversifikasi bisnis untuk menopang keberlanjutan bisnis perushaaan melalui pengembangan bisnis, serta mendukung pengelolaan cost yang efektif dan program pengembangan SDM yang berkelanjutan,” ujar Haryo dalam paparan publik, Senin (28/11).
Kenaikan pendapatan PGN dipengaruhi oleh peningkatan kinerja operasional bisnis utama termasuk kenaikan yang signifikan dari segmen bisnis upstream atau hulu.
Faris Aziz, Direktur Sales & Operasi PGN mengatakan dari sisi operasional, kinerja bisnis utama dikontribusikan oleh peningkatan volume niaga gas sebesar 894 BBTUD atau naik 2% dari tahun lalu. “Hal ini didorong oleh meningkatnya konsumsi pelanggan industri,” ujar Faris.
Sementara itu, volume TUA (Terminal Usage Agreement) melalui FSRU Lampung tercatat turun 17% menjadi sebesar 28 BBTUD. Penurunan ini terjadi karena penurunan kebutuhan listrik.
Kelompok lima pelanggan besar PGN terdiri dari sektor pembangkit litstrik, kimia, kramik, makanan dan juga pupuk.
Untuk volume transmisi gas, Faris menyampaikan hingga September 2022 tercatat sebesar 1.343 MMSCFD, dimana realisasi volume relatif stabil sesuai dengan serapan pelanggan. Ia mengatakan penyerapan gas oleh pelanggan diharapkan dapat meningkat dengan ketersediaan pasokan gas dari lapangan Kepodang dan Jimbaran Tiung Biru yang saat ini gasnya sudah mulai mengalir.
“Tentu di tahun-tahun kedepan akan terus dijaga pasokan gas kita khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui pipa transmisi Gresik-Semarang,” ujar Faris.
Untuk segmen hulu migas, sampai dengan September 2022, lifting gas PGN meningkat signifikan 32% menjadi 8,3 MMBOE, terutama dikontribusikan dari Blok Pangkah yaitu dari Lapangan West Pangkah dan Sidayu.
“Dari harga energi, harga gas bumi Perseroan masih kompetifi dibandingkan dengan bahan bakar minyak dan turunannya yaitu di level US$7,57 per MMBTU,” ujar Faris.
[…] Hingga September 2022, PGN Bukukan Laba Bersih US$311 Juta […]