Ini Target Pos Indonesia untuk Tutup Kesenjangan Inklusi Keuangan
Tangkapan layar YouTube, Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi/Iconomics
“Dari kesenjangan itu, Pos bisa mengambil peran dengan menyediakan sistem agar orang-orang tersebut terhubung dengan sistem keuangan,” ujar Faizal.
Lantas mengapa Pos Indonesia ingin ikut dalam program inklusi keuangan ini? Menurut Faizal, Pos sebenarnya punya sejarah panjang dalam melayani jasa keuangan sejak zaman Belanda. Sudah sekitar 257 tahun yang lalu layanan jasa keuangan itu dijalankan Pos.
Karena itu, kata Faizal, Pos Indonesia bukanlah pemain baru di industri jasa keuangan sehingga itu pula yang membuat perseroan optimistis bisa membantu pemerintah menutup kesenjangan layanan keuangan di Indonesia. Apalagi Pos Indonesia memiliki 2 kekuatan untuk menutup kesenjangan itu yaitu lewat sistem digital dan fisik melalui 8.400 kantor pos.
“Target kita disesuaikan dengan jaringan Pos semisal masyarakat daerah tertinggal, pulau-pulau terluar atau masyarakat di perbatasan, pelaku usaha mikro dan kecil, masyarakat penyandang masalah sosial dan pekerja migran serta keluarganya,” kata Faizal.
Arah Pos dalam inklusi keuangan ini, kata Faizal, fokus pada 3 hal yaitu pembayaran dan remitansi; menyediakan rekening simpanan’ dan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi.
Halaman Berikutnya