Kementerian PU Mulai Bangun Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan
Penandatanganan kontrak pembangunan Sekolah Rakyat disaksikan langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo/Dok. PU
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan Sekolah Rakyat di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Ada 4 paket pekerjaan pembangunan yang ditandatangani.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum menegaskan keberlanjutan dan kualitas dalam pelaksanaan infrastruktur ini sangat krusial demi mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak di seluruh Indonesia.
Paket pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah yang meliputi pembangunan di empat lokasi di Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya. Nilai kontrak paket ini mencapai Rp985,9 miliar.
Adapun paket di Provinsi Kalimantan Selatan mencakup pembangunan pada tiga lokasi di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru dengan nilai kontrak sebesar Rp700 miliar.
Paket pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan (Paket I) meliputi lima lokasi di Kabupaten Sidrap, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Tana Toraja. Nilai kontrak mencapai Rp1,23 triliun.
Paket pembanunan di Provinsi Sulawesi Selatan (Paket II) mencakup empat lokasi di Kabupaten Bone, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Sinjai dengan nilai kontrak sebesar Rp974 miliar.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, memberikan pesan khusus kepada para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia jasa konstruksi agar melaksanakan kontrak dengan melakukan rencana mitigasi dan antisipasi risiko yang cermat agar tidak terjadi keterlambatan maupun penurunan kualitas. Selain itu, Dirjen Bisma juga menekankan pentingnya penggunaan material yang tepat dengan mengutamakan produk dalam negeri.
“Pastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, tepat administrasi, dan tepat manfaat, mengingat pelaksanaan konstruksi Sekolah Rakyat di tiga provinsi ini cukup singkat yaitu sekitar 240 hari kalender,” kata Dirjen Bisma dalam keterangannya.