LPEI Bakal Gelar Program untuk Eksportir Baru di 3 Kota
Bantuan LPEI kepada nasabah di Jabar/LPEI
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berencana akan kembali melaksanakan program Coaching Program for New Exporter (CPNE). Ada 3 kota yang akan mendapatkan program ini yaitu Medan, Solo, dan Bali.
Materi pelatihan berupa mekanisme ekspor, penyusunan laporan keuangan hingga akses pembiayaan ekspor. Dalam waktu dekat, CPNE akan dimulai bulan Maret 2021 di kota Solo dan saat ini sedang dalam tahap pendaftaran bagi para pelaku usaha. Setelah itu, LPEI akan melakukan kurasi dan seleksi terhadap pelaku UMKM.
“CPNE 2021 akan dilaksanakan di tiga kota, yaitu Medan, Solo dan Bali secara virtual. Kami berharap pandemi akan segera berakhir dan pendampingan UMKM bisa dilakukan secara langsung dan tatap muka sehingga bisa lebih optimal. Bagi para pelaku UMKM yang ingin menjadi eksportir, agar segera melakukan pendaftaran,” kata Sekretaris Lembaga LPEI Agus Windiarto dalam siaran pers tertulis.
LPEI menyebut CPNE yang telah diselenggarakan sejak tahun 2015 merupakan sebuah program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UMKM selama satu tahun di wilayah/daerah tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru.
Selama tahun 2020, CPNE dilaksanakan secara virtual dengan mengikutsertakan UMKM yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Makassar dan Kalimantan. Hasilnya, LPEI mampu melahirkan 21 eksportir baru dimana 4 diantaranya berasal dari Wilayah Indonesia Timur. Eksportir baru binaan LPEI yang sebanyak 21 perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor yang diantaranya furnitur serta makanan dan minuman.
Selain pendampingan dan pelatihan, program CPNE juga akan mengikutsertakan UMKM terpilih untuk mengikuti pameran berskala internasional seperti Trade Expo Indonesia.