Masih Tunggu Tahap Akhir, PMN Rp1 Triliun untuk Indonesia Re Bisa Tambah Stamina Industri Reasuransi
Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat/Dok. Iconomics
Indonesia Re mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 trilliun. Hingga saat ini, prosesnya tengah dalam tahap akhir. Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat mengatakan bahwa dengan capital injection tersebut akan digunakan untuk mengupayakan perbaikan kualitas portofolio yang setelah tahun 2021 Indonesia Re mendapat goncangan akibat kerugian seperti Covid, dan asuransi kredit. Dalam perbaikan portofolio ini pihaknya memiliki dua sisi, pertama terkait perbaikan aset dan kedua perbaikan sisi liability.
“Nah perbaikan portofolio ini punya dua sisi, sisi aset, dan sisi liability. Di sisi liability kami perbaiki kualitas portolio itu, misalnya dengan memperbaiki term on condition ya, memperbaiki suku premi, struktur re asuransi dan lain sebagainya. Itu sudah berlangsung itu di sisi liability,” ucap Delil usai acara Indonesia Re International Conference 2023 pada Rabu, (05/07/2023).
Di sisi aset, lanjut Delil, mengupayakan penambahan capital yang dalam hal ini sedang menunggu pencairan PMN sebesar Rp1 triliun.
“Kami sedang dalam proses mendapatkan capital injection yang mudah-mudahan sebelum tahun ini berakhir kita sudah bisa menerima paling tidak sebesar Rp1 triliun, prosesnya sudah mencapai tahap sangat akhir sebenarnya,” kata Delil.
Adapun di tahun lalu pihaknya sebetulnya juga telah mengajukan PMN sebesar Rp3 triliun namun sayangnya belum dapat dialokasikan pemerintah mengingat APBN pemerintah terbatas dan juga pemerintah memiliki prioritas lain. Meski begitu, Delil mengatakan penambahan PMN yang saat ini sekitar Rp1 triliun ini sudah cukup baik untuk memperkuat risk based capital (RBC).
“Mudah-mudahan tahun ini Rp1 triliun bisa dialokasikan dan itu sudah cukup baik untuk memperkuat capital based Indonesia Re untuk bisa meningkatkan source of margin, risk based capital dan juga kemudian memperbaiki semua matrik-matrik keuangan Indonesia Re tapi kita tidak akan berhenti disini perbaikan liability yang saya katakan perbaikan portofolio itu juga akan terus berjalan kemudian juga perbaikan dari sisi aset juga,” lanjutnya.