Menko Airlangga Ajak Vietnam Perkuat Rantai Nilai Regional Asean

0
52

Indonesia dan Vietnam telah terlibat aktif dalam diskusi tarif yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS), berupaya melindungi investasi dan perdagangan dari meningkatnya ketidakpastian.

“Vietnam juga telah memainkan peran penting dalam komunitas ekonomi ASEAN, terutama dalam rencana strategis ASEAN, termasuk yang terbaru dan paling krusial bagi pertumbuhan ASEAN yaitu ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) yang diharapkan implementasinya akan meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi US$2 triliun pada 2030. Dan Indonesia diperkirakan sekitar US$600 miliar. Jadi, saya pikir ini merupakan peluang bagi Indonesia dan juga bagi ASEAN,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia–Vietnam Friendship Association (IVFA) Members’ Gathering and Forum yang bertemakan “Resilience & Partnership: Navigating Regional Growth Amid Global Uncertainty” di Jakarta.

Menko Airlangga mengatakan dengan adanya perang dagang global saat ini, ASEAN, yang percaya pada kolaborasi multilateral, harus memperkuat ekonomi intra-ASEAN-nya sendiri.

“Kita memiliki 600 juta penduduk dan ekonomi kita juga lebih dari US$3 triliun. Jadi, saya pikir ini ruang bagi kita untuk saling memperkuat rantai nilai regional, agar ASEAN lebih tangguh menghadapi hambatan dan ketidakpastian,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya.

Baca Juga :   Harga Emas Batangan Tembus Rp2,49 Juta per Gram di Pagi Ini, Naik Rp78.000 per Gram

Lebih lanjut, di bidang investasi, Vietnam terus menjadi salah satu mitra ekonomi penting Indonesia di kawasan ASEAN. Kemajuan signifikan Indonesia dan Vietnam juga telah dicapai dalam lanskap investasi. Salah satu contoh penting yaitu komitmen VinFast, produsen kendaraan listrik terkemuka di Vietnam, yang telah menjanjikan US$1,2 miliar untuk menjadikan Indonesia sebagai hub di Asia Tenggara.

Indonesia dan Vietnam juga telah menandatangani Letter of Intent untuk berkolaborasi dalam pengembangan ekonomi digital dan peningkatan kapasitas teknis untuk memperkuat infrastruktur, mendorong inovasi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depannya, terdapat beberapa peluang signifikan untuk kolaborasi strategis di berbagai sektor seperti industri peralatan lainnya, perdagangan, jasa, ketenagalistrikan, hotel dan restoran, serta perikanan.

“Di masa ketidakpastian ini, kita telah menunjukkan persahabatan sejati. Kita perlu tetap optimis terhadap masa depan kita, dimana kawasan kita bersatu, terintegrasi, berdaya saing, berkomitmen untuk mempertahankan tatanan perdagangan multilateral yang terbuka, tangguh, dan berwawasan ke depan, serta mempromosikan perdagangan dan investasi untuk bergerak maju dan mendorong lebih banyak kolaborasi antarmasyarakat,” kata Menko Airlangga.

Leave a reply

Iconomics