Pemahaman Strategi yang Tepat Disebut Fondasi Penting bagi Investor Pemula

0
50
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemahaman berbagai strategi transaksi saham menjadi hal penting bagi investor pemula. Tentunya setiap strategi investasi memiliki karakteristik, jangka waktu, dan tingkat risiko yang berbeda, sehingga dibutuhkan pemahaman dan tujuan investasi.

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan, pemahaman strategi transaksi yang tepat menjadi fondasi penting bagi investor pemula dalam menghadapi dinamika pasar modal.

“Setiap investor perlu memahami bahwa pergerakan pasar bersifat dinamis. Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung dengan perencanaan yang matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” kata Teddy dalam keterangan resminya pada Senin (2/2).

Teddy melanjutkan, salah satu strategi transaksi yang banyak digunakan investor yakni swing trading. Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga saham dalam jangka pendek hingga menengah, secara umum berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Swing trading, kata Teddy, menjadi alternatif bagi investor yang ingin lebih aktif bertransaksi. Namun, tetap mengedepankan perencanaan, analisis, dan pengelolaan risiko yang terukur.

Pada pasar saham Indonesia, kata Teddy, konsep swing trading umumnya diterapkan pada saham dengan likuiditas tinggi, dan pergerakan harga yang aktif. Karakteristik tersebut cenderung memudahkan investor dalam melakukan analisis technical, serta memantau pergerakan harga secara berkala.

Baca Juga :   Lakukan Perubahan Strategi di Masa Pandemi, Erajaya Berhasil Tingkatkan Keuntungan

Dalam praktiknya, lanjut Teddy, swing trading dijalankan dengan prinsip yang sederhana yakni, membeli saham ketika harga mengalami koreksi, atau berada di area support. Kemudian, menjual saham saat harga bergerak naik, mendekati atau menembus area resistance.

Adapun beberapa indikator technical umum yang digunakan dalam swing trading antara lain, moving average (MA) untuk mengidentifikasi arah tren harga, relative strength index (RSI) untuk melihat kondisi jenuh beli dan jenuh jual, MACD untuk membaca momentum pergerakan harga, serta support dan resistance sebagai acuan area beli dan jual.

Khusus untuk pemula, ujar Teddy, penggunaan indikator disesuaikan dengan tingkat pemahaman. Sebagai gambaran, suatu saham dengan likuiditas tinggi sedang berada dalam tren naik dan mengalami koreksi sementara, sehingga yang harus dilakukan seperti, area beli (Rp 1.000), target jual (Rp 1.100), batas risiko atau stop loss (Rp 970).

“Melalui perencanaan tersebut, investor telah menetapkan potensi keuntungan dan risiko sejak awal. Pendekatan ini membantu investor menjaga disiplin serta menghindari keputusan emosional saat harga bergerak tidak sesuai ekspektasi,” ujar Teddy.

Baca Juga :   Kebijakan Pertamina soal Pembeli LPG 3 Kg Pakai KTP Dinilai Wajar agar Tepat Sasaran

Masih kata Teddy, setiap aktivitas transaksi saham, manajemen risiko, menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan. Penetapan stop loss, pengaturan porsi dana, dan konsistensi rencana transaksi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan investasi. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi pun menjadi penting dalam mendukung keputusan investasi.

“Melalui aplikasi New Bions by BNI Sekuritas, investor dapat mengakses berbagai fitur yang membantu analisis dan eksekusi transaksi secara lebih praktis dan terukur, sehingga strategi investasi dapat dijalankan dengan lebih optimal,” katanya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics