Pertamina Targetkan Pendapatan Rp1.127 Triliun pada 2025

0
79

PT Pertamina (Persero) menargetkan kinerja solid pada 2025 dengan proyeksi pendapatan mencapai USD 68 miliar atau sekitar Rp1.127 triliun, serta laba bersih sekitar USD 3,3 miliar atau Rp54 triliun. 

Hingga September 2025, Pertamina telah menyetorkan Rp262 triliun kepada negara, yang terdiri dari pajak, PNBP, dan dividen. Angka tersebut menempatkan Pertamina sebagai BUMN dengan kontribusi fiskal terbesar.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (19/11) menyampaikan bahwa seluruh program strategis Pertamina dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat swasembada energi nasional.

Di sisi operasional produksi minyak dan gas tetap terjaga di atas 1 juta barrel oil equivalent per day dengan yield kilang mencapai 84 persen. Ini tentunya menunjukkan improvement dan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan memberi nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Simon.

Sementara volume penjualan bahan bakar menembus 100 juta kiloliter. Pada bisnis pelayaran energi, Pertamina International Shipping mencatat pertumbuhan volume pengangkutan kargo sekitar 8 persen, mencerminkan penguatan armada dan efisiensi logistik. Di sisi niaga gas, volume penjualan tetap stabil pada level 300 juta MMBTU per tahun. Adapun pada portofolio energi baru dan terbarukan, Pertamina NRE diproyeksikan menghasilkan 8,4 GWh listrik pada 2025, melampaui target dalam RKAP perusahaan.

Baca Juga :   Pertamina Group Solid Dukung Penanganan Covid-19 sebagai Dedikasi untuk Bangsa

“Semua capaian ini merupakan hasil penguatan reliability, digitalisasi, dan efisiensi di seluruh rantai bisnis Pertamina, dari hulu hingga hilir,” kata Simon.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, turunnya harga minyak global, koreksi harga MOPS Solar, serta pelemahan rupiah menjadi tantangan utama sektor energi.

“Meski situasi global menantang, fundamental keuangan Pertamina tetap terjaga. Kami akan mencapai EBITDA sekitar USD 9,6 miliar atau Rp158 triliun,” ungkap Oki.

Ia menegaskan bahwa kontribusi fiskal Pertamina kepada negara stabil di atas Rp300 triliun per tahun. Untuk dividen, Pertamina menargetkan penyetoran Rp42,1 triliun kepada Danantara, dengan Rp23 triliun telah direalisasikan hingga September 2025.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics