PINTU Tampilkan Crypto Museum dan Ungkap Perkembangan Kripto di Indonesia

0
51

PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menyebut posisi Indonesia maju dari sisi regulasi di peta kripto global. Bahkan disebut dapat menjadi role model di Asia.

“Posisi Indonesia di peta crypto global dari sisi regulasi sangat maju dan bahkan bisa menjadi yang terbaik di Asia dan berpotensi jadi role model di global. Adanya bursa kripto CFX, lembaga kustodian dan kliring meningkatkan keamanan bagi user crypto Indonesia,” kata CMO PINTU, Timothius Martin dalam keterangan resminya saat sesi media gathering.

Timo mengatakan bahwa di tengah peta adopsi crypto global dan kondisi pasar crypto Indonesia yang kondusif, PINTU juga mencatat performa positif. Menurutnya, aplikasi PINTU per Juli 2025 telah diunduh lebih dari 10 juta kali. Bahkan Monthly Trade User (MTU) di bulan yang sama mencatatkan periode tertinggi sejak tahun 2021.

“Produk Pintu Futures untuk perdagangan derivatif crypto juga menembus rekor tertinggi dengan naik secara bulanan lebih dari 170%. Ini membuktikan bahwa PINTU menjadi aplikasi utama untuk masyarakat Indonesia berinvestasi dan trading aset crypto,” jelasnya.

Adapun dalam diskusi spesifik, Co-Founder & CEO IDRX Nathanael Christian menyampaikan terkait potensi stablecoin di Indonesia dan visi ke depan IDRX.

Baca Juga :   Bappebti: Aset Kripto Baru yang Akan Diperdagangkan Harus Didaftarkan Kepada Bappebti

“Kami sangat berharap ketergantungan negara kita terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dapat menurun. Lebih dari 99% investor crypto menggunakan dollar AS backed by stablecoin. Ini secara tidak sadar kita menaruh uang rupiah kita di US Treasury di AS, sama saja uang rupiah kita keluar dari negara Indonesia. Kita harus segera menyikapi ini bersama-sama regulator dan pelaku usaha seperti PINTU untuk memformulasikan dan kita bisa mulai menggunakan mata uang rupiah untuk setiap aktivitas crypto di Indonesia. Harapannya bukan soal kegunaan rupiah tapi soal kedaulatan rupiah yang tidak boleh tergantikan oleh mata uang lainnya,” katanya.

Female Web3 Developer, Febi Mettasari yang baru-baru ini memenangkan kompetisi hackathon dalam ajang Sui Overflow 2025 juga memberikan tips dan harapannya untuk komunitas dan developer Web3 di Indonesia.

Community itu powerful dan menjadi wadah yang membantu user untuk bisa mengenal crypto dan Web3. Namun memang yang paling laku adalah trading community karena masih fokus pada use case trading. Padahal banyak komunitas di luar trading seperti developer dan builders community yang semakin berkembang di Indonesia. Saya berharap keduanya bisa balance agar masyarakat Indonesia bukan hanya tahu tentang trading tapi bisa memahami penggunaan blockchain untuk hal lainnya. Bagi developer juga butuh dukungan regulasi agar Indonesia tidak ketinggalan dalam kompetisi adopsi Web3 secara global,” katanya.

Baca Juga :   Benarkah Investor Saham Indonesia Beralih ke Kripto? Ini Kata CEO Indodax

PINTU juga menyampaikan kembali berpartisipasi di ajang tahunan komunitas crypto terbesar di Asia, Coinfest Asia 2025. Pada gelaran Coinfest Asia kali ini, PINTU menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan di antaranya, menampilkan Crypto Museum pertama di Indonesia bertemakan cyberpunk yang menceritakan sejarah dan perjalanan industri crypto, lalu Pintu Futures Live Trading Competition berhadiah total $5.000, kemudian media gathering dengan tema “Embracing the Full Moon: Mass Adoption of Crypto and Innovations in Indonesia”. Acara ditutup dengan event utama, Pintu x AWS: Satoshi Sunset Party yang disponsori oleh Amazon Web Services (AWS).

PINTU menyebut kegiatan di Coinfest Asia 2025 dihadiri hampir 1.000 pengunjung. Turut hadir para pelaku pasar dari lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) CFX, KKI, & ICC, kemudian perusahaan Aset Keuangan Digital (PAKD) seperti Indodax, Reku, Floq, Mobee, Upbit, dan Koinsayang yang memiliki komitmen bersama untuk menjaga dan memajukan ekosistem crypto di Indonesia. Di samping itu, para pengunjung yang hadir disuguhi berbagai aktivasi menarik dan interaktif seperti boxing arcade, seni digital, hingga musik.

Baca Juga :   Token FTX Bangkrut, Inilah Langka-langkah yang Dilakukan Tokocrypto

Timo berharap investor dan trader crypto di Indonesia bisa lebih bijaksana, tidak terbawa FOMO proyek cuan cepat. Menurutnya, pihaknya justru senang dengan adopsi crypto di Indonesia saat ini, tinggal diperbanyak sosok seperti Nathanael dan Febi yang memperkaya ekosistem crypto. Dalam kesempatan ini, Timo juga menyatakan dukungan penuh untuk pengembangan Web3 di Indonesia untuk memperluas use case crypto lebih dari sekadar trading dan investasi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics