PT Amman Mineral Internasional Ungkap Pabrik di NTB Hasilkan 48% Konsentrat

0
296
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Amman Mineral Internasional Tbk mengungkap pabrik smelter yang dibangun di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghasilkan 48% konsentrat selama masa start up dan commissioning test. Unit produksi yang dijalankan PT Amman Mineral Nusa Tenggara itu mengalami beberapa tantangan yang berdampak pada lambatnya proses commissioning yang dilakukan perusahaan.

Presiden Direktur Amman Mineral Internasional Rachmat Makkasau mengatakan, pihaknya menghadapi beberapa tantangan teknis seperti penggunaan teknologi baru, penyediaan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan peralatan, dan pengumpulan data kinerja peralatan.

“Beberapa tahapan commissioning itu kami lebih berhati-hati, sehingga itu adalah salah satu penyebab kenapa start up dan pencapaian produksi dari smelter kami melambat. Hingga saat ini hanya ada di kisaran 48%,” kata Rachmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).

Untuk mengantisipasi masalah itu, kata Rachmat, Amman Mineral menambah tenaga kerja yang melebihi rencana awal. Hal itu diambil untuk memastikan proses dan commisioning berjalan dengan baik.

Selain itu, kata Rachmat, proses start up dan commissioning dikerjakan dengan menerapkan prosedur keselamatan tambahan, untuk memastikan keamanan dan operasi peralatan berjalan tanpa ada kecelakaan, serta gangguan.

Baca Juga :   Fraksi Gerindra Kritik Keras dan Tidak Terima Laporan Kinerja OJK 2021

“Kemudian kita concern dengan standar keselamatan dan kesehatan, juga sesuatu yang sangat penting. Kami memastikan proyek ini bisa dibangun selesai, dan beroperasi dengan standar keselamatan kerja, dan lingkungan yang tinggi,” tambah Rachmat.

Masih kata Rachmat, pihaknya berharap untuk mendapatkan fleksibilitas dalam mengekspor. Upaya itu dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat segera dipasarkan, sehingga perusahaan dan negara akan mendapatkan dampak positif.

“Saat ini kami ada inventory sekitar 200 ribu ton konsentrat yang sebenarnya bisa dijual, kalau memang diizinkan ekspor, dan bisa dimaksimalkan juga untuk pendapatan negara,” ujar Rachmat.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics