Seperti Apa Prospek Industri Air Dalam Kemasan Tahun Ini?

Pertumbuhan industri AMDK setiap tahunnya tercatat konsisten di kisaran 5-8%. Pertumbuhan industri yang selalu konsisten tersebut menjadi indikasi adanya permintaan yang tetap kuat pada tahun ini.
0
51

Pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) optimistis akan mampu menjaga pertumbuhan penjualan pada tahun ini di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi.

PT Sariguna Primatirta Tbk yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham CLEO menilai  data daya beli masyarakat hingga April 2026 yang masih terjaga di kisaran 5,61% memberikan landasan keyakinan kepada perseroan untuk tetap percaya diri pada tahun ini.

“Daya beli masyarakat yang tetap terjaga merupakan kunci pembuka bagi pintu pertumbuhan dalam industri apapun. Perseroan juga melihat bahwa dari tahun ke tahun industri AMDK konsisten bertumbuh. Oleh karenanya, sekalipun ketidakpastian ekonomi tetap menjadi tantangan yang nyata, tetapi CLEO tetap optimis akan tetap bisa meraih kinerja penjualan positif tahun ini,” kata CEO CLEO, Melisa Patricia. 

Di sisi industri, pertumbuhan industri AMDK setiap tahunnya tercatat konsisten di kisaran 5-8%. Pertumbuhan industri yang selalu konsisten tersebut menjadi indikasi adanya permintaan yang tetap kuat pada tahun ini.

CLEO sendiri setiap tahunnya juga terus mencatatkan pertumbuhan kinerja positif yang berkelanjutan. Pada periode awal tahun ini, Perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja double digit. Penjualan mencapai Rp774,4 miliar atau naik 15,8% YoY. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp122,6 miliar atau tumbuh 5,2% YoY.

Baca Juga :   Permintaan dan Ekspansi Topang Kinerja CLEO, Emiten Air Dalam Kemasan

“Yang membuat kami semakin optimis dalam memandang prospek tahun ini adalah fakta bahwa pertumbuhan kinerja yang solid ini didorong seluruh segmen bisnis Perseroan,” imbuh Melisa.

Dalam situasi yang penuh tantangan ini, terus berekspansi menjadi pilihan Perseroan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Ekspansi dilakukan baik dengan cara meningkatkan kapasitas produksi atau pun menambah variasi produk dan inovasi.

Dalam hal peningkatan kapasitas produksi air minum, tahun ini kapasitas produksi CLEO akan kembali bertambah dengan beroperasinya tiga pabrik baru di Palu, Pontianak dan Pekanbaru. Pabrik baru di Palu rencananya akan mulai beroperasi pada kuartal 3, disusul pabrik baru di Pontianak dan Pekanbaru yang akan mulai beroperasi di kuartal 4. Pabrik-pabrik baru tersebut otomatis akan meningkatkan jangkauan jaringan pabrik dan distribusi yang dimiliki CLEO dan mendukung penguatan kinerja.

Sementara itu, untuk menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas dan bervariasi, CLEO gencar melakukan inovasi dengan terus menambah variasi produk. Diversifikasi produk merupakan strategi Perseroan untuk memperkuat penetrasi di berbagai segmen pelanggan, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika pasar. Terkait hal ini, CLEO akan meluncurkan produk Cleo Platine Water Glass 750 ml dan Cleo Platine Sparkling Water Glass 750 ml untuk pasar Special Outlet Resto Premium, Hotel dan pasar lainnya di tanggal 30 Mei tahun ini.

Baca Juga :   Langkah-langkah Agresif CLEO Tambah Penguasaan Pasar

“Secara konsisten kami terus melakukan ekspansi dan inovasi, bukan hanya sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan AMDK di Tanah Air. Dengan strategi yang diterapkan tersebut, kami optimis CLEO akan dapat meraih pertumbuhan dobel digit tahun ini,” tutup Melisa.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics