Allianz Syariah Hadirkan Asuransi Penyakit Kritis Berbasis Syariah

0
61

Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Allianz Life Syariah Indonesia menghadirkan produk asuransi penyakit kritis berbasis syariah. Produk bertajuk AlliSya CI Hasanah tersebut diluncurkan di Jakarta, Rabu (4/3), sebagai bagian dari upaya perusahaan menjawab kebutuhan perlindungan finansial masyarakat.

“AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga. Prinsip ini sejalan dengan Maqasid Syariah yang menegaskan pentingnya ikhtiar yang terencana dan bertanggung jawab, dengan tawakal sebagai landasan spiritual setelah upaya terbaik dilakukan, termasuk dalam membuat perencanaan keuangan yang matang,” tutur Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia saat peluncuran produk.

Ancaman penyakit kritis masih menjadi tantangan nyata di Indonesia, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga terhadap stabilitas finansial keluarga. Ketika risiko tersebut terjadi, dampaknya kerap meluas pada hilangnya penghasilan, terganggunya perencanaan keuangan, hingga penurunan kualitas hidup secara signifikan.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat terdapat 408 ribu kasus kanker baru dan 242 ribu kematian di Indonesia sepanjang 2022, dengan proyeksi peningkatan kasus hingga 63% pada periode 2025–2040. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan prevalensi stroke mencapai 8,3 per mil penduduk dan meningkat signifikan pada kelompok usia lanjut. Stroke juga tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi sekaligus penyebab disabilitas terbesar di Indonesia.

Baca Juga :   Allianz Syariah Resmi Diluncurkan

Risiko penyakit kritis pun kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Data internal Allianz Life Indonesia sepanjang 2025 mencatat total klaim penyakit kritis mencapai Rp600 miliar, dengan 40% di antaranya berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun atau kelompok usia produktif. Angka tersebut meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa risiko penyakit kritis semakin dekat dengan generasi aktif yang menjadi tulang punggung keluarga.

Melihat kondisi tersebut, kebutuhan akan solusi perlindungan yang tidak hanya menanggung biaya medis, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendapatan keluarga, menjadi semakin mendesak. Dalam perspektif syariah, perlindungan terhadap risiko besar seperti penyakit kritis merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap keluarga, sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah, khususnya pilar Jaga Jiwa.

Pada sesi talk show peluncuran produk, Tria Ramadhani, vokalis sekaligus penyintas penyakit kritis, membagikan pengalamannya menghadapi kondisi kesehatan yang berdampak besar, baik secara emosional maupun finansial.
“Kejadian itu membawa dampak besar untuk saya dan keluarga, bukan hanya secara emosional, tapi juga secara finansial. Pengalaman ini jadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang tiba-tiba kepada siapa saja,” ungkap Tria.

Baca Juga :   Allianz Indonesia: Media Massa Berperan Penting untuk Peningkatan Literasi Keuangan

Financial planner Widya Prima menambahkan bahwa dalam perencanaan keuangan keluarga, dana darurat saja tidak cukup untuk menghadapi risiko besar seperti penyakit kritis.
“Asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting untuk menjaga kelangsungan finansial ketika penghasilan terganggu akibat kondisi kesehatan,” jelasnya.

Rina Triana, Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, menjelaskan bahwa AlliSya CI Hasanah dikembangkan dengan pendekatan fleksibel dan adaptif terhadap beragam kebutuhan masyarakat.

“AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial. Dengan desain yang inklusif dan berbasis syariah, kami optimis AlliSya CI Hasanah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia dan menjadi solusi proteksi penyakit kritis yang relevan untuk setiap tahap kehidupan,” jelas Rina.

AlliSya CI Hasanah dirancang untuk memberikan perlindungan finansial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Produk ini menawarkan fleksibilitas dalam memilih manfaat asuransi, baik manfaat dasar maupun manfaat tambahan seperti Hasanah Cash, Hasanah Booster, Hasanah Early CI, serta asuransi tambahan Payor Syariah. Nasabah juga dapat memilih manfaat dasar sesuai preferensi, yakni Plan Lite untuk perlindungan terhadap tiga penyakit atau kondisi kritis, serta Plan Max yang mencakup hingga 77 penyakit atau kondisi kritis.

Baca Juga :   Spin Off Unit Syariah: Allianz Life Syariah Indonesia Peroleh Izin Usaha Asuransi Berbasis Syariah

Selain itu, produk ini memberikan keleluasaan dalam menentukan masa asuransi dengan pilihan jangka waktu 20 atau 30 tahun, sehingga perencanaan proteksi dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan jangka panjang. Tidak hanya berfokus pada perlindungan finansial, AlliSya CI Hasanah juga mengusung nilai-nilai syariah melalui prinsip tolong-menolong antar peserta serta menyediakan kesempatan berwakaf sebagai bentuk amal jariyah.

Melalui peluncuran AlliSya CI Hasanah, Allianz Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern di tengah tantangan finansial saat ini. Produk ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi nasabah, baik saat menghadapi diagnosis penyakit kritis maupun setelah masa pemulihan, demi menjaga masa depan diri sendiri dan keluarga.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics