BGN Sesuaikan Operasional Sementara MBG di Jabar, Dampak dari Anak Gunung Krakatau
Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan sementara operasional program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah wilayah Jawa Barat, yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Upaya itu dilakukan untuk antisipatif dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, penyesuaian dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan MBG tetap berjalan selaras dengan kondisi di lapangan, dan kebijakan pemerintah daerah.
Khusus wilayah Sukabumi, kata Hida, BGN terus mencermati kondisi di wilayah itu, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan pihak lainnya. Langkah tersebut diambil sesuai dengan situasi terkini.
Hida menyebutkan, penyesuaian operasional bersifat sementara, dan mengikuti perkembangan saat ini, serta disesuaikan dengan kebijakan pembelajaran di tiap-tiap wilayah.
“Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Operasional MBG akan disesuaikan kembali setelah kondisi memungkinkan dan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan,” kata Hida dalam keterangan resminya pada Senin (7/9).
Untuk itu, kata Hida, BGN berkomitmen terhadap keberlanjutan program MBG. Seluruh keputusan operasional itu telah mempertimbangkan aspek keselamatan, kesiapan satuan pendidikan, dan kepentingan penerima manfaat.
Adapun pelaksanaan PJJ mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana, serta Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 tahun 2026 tentang Pembelajaran dalam Situasi Darurat. Tercatat beberapa wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memberlakukan PJJ yakni Provinsi Lampung, Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, dan Provinsi Jawa Barat.