Harga Emas Cenderung Bullish, Investor Masih Minati Aset Safe Haven

0
26

Ketidakpastian hubungan antara Gedung Putih dan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) membuat emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai. Pagi ini, XAU/USD sempat berada di level US$3.397 atau naik tipis 0,12% dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, tren emas saat ini masih cenderung bullish. Analisis teknikal yang menggabungkan pola candlestick dengan indikator Moving Average (MA) memperlihatkan peluang penguatan lanjutan.

“Selama tekanan beli masih dominan, emas berpotensi menuju US$3.407. Namun, jika momentum melemah, area US$3.376 akan menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan,” kata Andy dalam keterangannya.

Secara teknikal, emas menghadapi tantangan besar di area psikologis US$3.400. Level ini menjadi penentu apakah harga bisa melanjutkan kenaikan ke puncak pertengahan Juni yang berada di kisaran US$3.452, atau justru kembali terkoreksi.

Faktor fundamental juga ikut memainkan peran penting. Perseteruan politik antara Gedung Putih dan The Fed mengenai independensi kebijakan moneter menciptakan ketidakpastian pasar. Kondisi ini mendorong investor untuk kembali mengamankan portofolio mereka ke dalam emas. Meski begitu, tanpa penembusan kuat di atas US$3.400, pergerakan emas masih rentan terhadap aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Baca Juga :   The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan 50 Bps

Dalam wawancara dengan CNBC, Presiden The Fed New York, John Williams menegaskan bahwa penurunan suku bunga tetap ada kemungkinan, tetapi keputusan hanya akan diambil berdasarkan data ekonomi terkini. Ia menilai saat ini risiko inflasi dan ketenagakerjaan berada dalam posisi yang lebih seimbang, sehingga The Fed memiliki ruang untuk tetap fleksibel.

Pasar kini menanti pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 September. Sebelum tanggal tersebut, sejumlah data penting akan dirilis antara lain laporan ketenagakerjaan, Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Juli, serta Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Agustus. Semua indikator ini akan sangat menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Selain data inflasi, pelaku pasar emas pekan ini juga mencermati rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS serta klaim tunjangan pengangguran awal.

Leave a reply

Iconomics