Menhub: Antrean di Jalan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Berkurang dari 20 Km menjadi 8 Km

0
37

Kementerian Perhubungan mengklaim kemacetan antrean kendaraan di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah dapat diurai sehingga panjang antrean berkurang menjadi delapan kilometer.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi menyampaikan pihaknya bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk.

Ia menyampaikan dalam beberapa hari kemacetan sampai 20 kilometer yang sempat terjadi pada 15 Maret 2026 dan sudah mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer pada 17 Maret 2026.

Menhub Dudy mengatakan Kementerian Perhubungan telah melakukan sejumlah langkah penanganan kemacetan di Gilimanuk, berkolaborasi dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP).

Langkah-langkah yang sudah dilakukan antara lain mengoperasikan kapal-kapal besar, penambahan kapal menjadi 35 kapal oleh ASDP, mengoptimalkan buffer zone, serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.

Menhub Dudy menjelaskan kendaraan kecil serta bus akan menjadi prioritas untuk memasuki kapal dan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, mengingat jumlah penumpang di kedua moda tersebut dinilai cukup besar. Adapun untuk kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone.

Dari sisi Pelabuhan Ketapang juga sudah disiapkan langkah penanganan agar arus kendaraan yang tiba dari Pelabuhan Gilimanuk tidak tersendat dan berjalan lancar. Menhub mengatakan di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ia mengatakan Pelabuhan Ketapang juga ada beberapa buffer zone yang diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan.

Leave a reply

Iconomics