NielsenIQ Beberkan Produk Kecantikan dan Riasan yang Laku
Produk kecantikan Pond's/Dok. Iconomics
Industri fast moving consumer goods (FMCG) untuk segmen kecantikan dan riasan mengalami penurunan tajam pada bulan April-20 Mei 2020. Dalam NielsenIQ Indonesia Beauty Report juga disebut segmen tersebut telah pulih setelah 20 Juni 2020.
NielsenIQ menyatakan pergerakan positif tersebut dikaitkan dengan dimulainya kembali aktivitas normal di bawah protokol kesehatan yang direkomendasikan. Pertumbuhan pemulihan diamati sejak 20 Juni pasca penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang lebih ketat, pada pertengahan Maret 2020 hingga pertengahan Mei 2020. Namun, meski sudah pulih, kategori Perawatan Pribadi secara keseluruhan belum kembali ke tingkat normal.
Data yang disampaikan NielsenIQ menyebutkan kategori seperti advanced cleansers (pembersih wajah) naik 24% dibandingkan dengan total pembersih wajah; advanced moisturizer (pelembab wajah) juga tumbuh 22% dibandingkan dengan total pelembab dan advanced body lotion mengalami pertumbuhan 17% dibandingkan dengan total lotion. Adapun produk kecantikan lainnya seperti masker wajah, lipstik tanpa bernoda, dan makeup untuk mata telah mengalami peningkatan yang stabil karena semakin banyak konsumen yang bekerja dari rumah dan mengikuti norma baru dalam memakai masker.
“Kami melihat gelombang baru pelanggan tumbuh & mencari pengembangan produk baru dan diluncurkan dalam kategori kecantikan. Penetapan harga produk adalah tren baru di beberapa kategori perawatan pribadi, seperti serum, micellar water, vitamin rambut, dll. Dengan perubahan normal baru, produsen mungkin perlu fokus pada inovasi produk dan tren yang akan datang agar tetap kompetitif di kondisi pasar yang menantang,” kata Director – Retail Intelligence, NielsenIQFairina Masud dalam siaran pers tertulis.
Sumber: NielsenIQ
Dengan pemulihan positif di segmen Kecantikan dan Riasan, laporan NielsenIQ Indonesia Beauty telah mengidentifikasi sekumpulan konsumen baru yang bermunculan di Indonesia. Pertama, affluent consumers yakni konsumen yang bersedia membelanjakan lebih banyak untuk produk dan selalu mencari produk baru dan canggih, yang sebagian besar berasal dari rumah tangga dengan status sosial ekonomi kelas atas. Segmen ini telah mendorong pertumbuhan produk-produk canggih seperti serum/essence, micellar, BB cream.
Kedua, cautious consumers yakni konsumen yang berfokus pada kebutuhan sebagai prioritas, dan dapat berkompromi pada kategori produk sekunder atau tersier. Ketiga, price sensitive consumers yakni konsumen yang terkendala dan mencari promosi, terutama pada kategori dasar/komoditas. Keempat, practical consumers yakni konsumen yang fokus pada makeup dasar, suka memakai makeup yang ringan.
Pergeseran konsumen ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi yang tidak pasti, mobilitas yang lebih rendah seperti WFH, pembatasan, dll, persyaratan protokol kesehatan seperti penguatan masker kesehatan, sanitasi, dll. Perubahan ini akan mempengaruhi pemulihan tren normal baru.
NielsenIQ juga menyebut peluncuran produk baru di segmen kecantikan telah mendongkrak penjualan terutama selama masa transisi pemulihan PSSB. Peluncuran produk terbaru ini telah berkontribusi 20% dari total segmen perawatan pribadi, peluncuran produk baru ini mendorong pertumbuhan pemulihan 2% dari total 7% dalam kategori kecantikan dan 6% pemulihan dalam kategori riasan.
Sumber: NielsenIQ
Adapun saluran penjualan juga mengalami pergeseran. Pembatasan mobilitas dan norma kesehatan baru juga mengubah lanskap kanal perdagangan. Dengan semakin banyaknya konsumen yang tinggal di rumah, minimarket di sekitar kawasan hunian berkontribusi terhadap pertumbuhan di segmen ini. Minimarket telah membukukan pertumbuhan pemulihan sebesar +13% pada segmen Kecantikan & Riasan (dibandingkan dengan total pertumbuhan keseluruhan Kecantikan & Riasan sebesar 6%). Pihaknya juga terus melihat pertumbuhan dua digit untuk e-commerce di Indonesia.