Otoritas Catat Komitmen Investasi Pembangunan di IKN Capai Rp 225,2 T
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat komitmen investasi sebesar Rp 225,02 triliun pada pembangunan IKN. Nilai itu terdiri atas investasi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sebesar Rp 158,7 triliun, serta investasi dari pelaku usaha swasta murni dan BUMN/BUMD Rp 66,3 triliun.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan, ada sebanyak 17 pemrakarsa dan calon pemrakarsa dalam investasi KPBU hunian, serta jalan dan terowongan multi-utilitas (MUT). Untuk KPBU hunian ada 2 perusahaan yang akan membangun dengan total nilai investasi Rp 5,6 triliun, dan 9 perusahaan lainnya masih dalam proses persetujuan dengan estimasi investasi Rp 58,6 triliun.
Sedangkan KPBU jalan dan MUT, terdapat 6 calon pemrakarsa dengan total estimasi investasi sebesar Rp 94,4 triliun. “Yang Rp 5,6 triliun sudah disetujui Bapak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), itu untuk yang hunian. Sedangkan untuk KPBU jalan ada 6,” kata Basuki di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/11).
Untuk sektor swasta murni dan BUMN/BUMD, kata Basuki, terdapat 50 investor yang telah menandatangani perjanjian kerja sama. Adapun beberapa sektor yang telah membangun dan akan segera membangun yakni, sektor pendidikan dan kesehatan, sektor hunian, sektor komersial, sektor perbankan, serta sektor pergudangan.
“Misalnya, SMA Taruna Nusantara, Universitas Gunadarma, hotel, restoran, dan lain sebagainya,” ujar Basuki.
Dalam kesempatan itu, kata Basuki, pembangunan IKN tahap I yang dilaksanakan pada 2025 telah mencapai 76,1%, dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Pembangunan IKN tahap pertama menelan biaya sebesar Rp 3,1 triliun. Pada tahap 1 ada 16 paket pekerjaan yang terdiri dari 9 paket fisik, dan 7 paket non-fisik
Sementara untuk tahap ke-2 yang dilaksanakan 2025-2027, kata Basuki, terdapat 28 paket pekerjaan antara lain 15 fisik, dan 13 non-fisik, dengan nilai mencapai Rp 20 triliun. Sedangkan tahap 3, akan dikerjakan pada 2026-2028 dengan estimasi nilai kontrak sebesar Rp 25,7 triliun. Proses pembangunan masih dalam tahap tender.
“Ada 2 multiyears, 2025, 2026, 2027. Kemudian 2026, 2027, 2028. Ini yang kami masukan dengan batch kedua dan ketiga,” tutur Basuki.