Eastpring Indonesia Gandeng WWF Dukung Pemulihan Pasca-Banjir Bandang di Sumatra

0
44
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) gandeng World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mendukung pemulihan pasca-bencana banjir besar yang melanda beberapa daerah di Sumatra dan Aceh.

CEO Eastspring Indonesia Sulystari mengatakan, bentuk dukungan itu merupakan wujud tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan dalam menjalankan program “Eastspring Peduli Sumatra”.

Melalui program itu, kata Sulystari, Eastspring Indonesia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam dengan berinvestasi (subscription) Reksa Dana Eastspring Indonesia pada periode Februari-Maret 2026.

Hasil penggalangan dana tersebut, kata Sulystari, akan didonasikan kepada WWF Indonesia untuk digunakan dalam mendukung upaya pemulihan pasca-bencana. Eastspring berharap aksi kemanusiaan itu sebagai langkah awal dalam mendorong, dan menginspirasi industri keuangan untuk bergerak bersama membantu masyarakat yang terdampak.

“Termasuk revitalisasi jembatan, dan pembersihan lokasi sekolah, serta restorasi ekosistem, dan bantuan kepada komunitas yang terdampak,” kata Sulystari dalam keterangan resminya di kantor Eastspring Indonesia, Jakarta, Rabu (21/1).

Sementara itu, Direktur Partnership WWF Indonesia Rusyda Deli menambahkan, pihaknya telah merespons cepat sejak awal terjadinya bencana, sehingga meringankan beban masyarakat yang terdampak di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Bireuen.

Baca Juga :   BGN dan BPOM Kerja Sama Keamanan Pangan untuk Dukung Program MBG

Hingga saat ini, kata Rusyda, pihaknya telah menyalurkan sekitar 150 ton bantuan logistik ke 50 desa. Adapun bantuan yang disalurkan antara lain, kebutuhan dasar, penerangan, dan dukungan komunikasi.

“Di masa mendatang, pemulihan ekosistem pasca-bencana menjadi langkah penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara berkelanjutan. Melalui program Eastspring Peduli Sumatra, kami berharap dapat terus mendukung masyarakat Aceh dalam proses pemulihan, terutama di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen,” ujar Rusyda.

Hadir dalam acara itu, Founder Narasi Najwa Shihab mengatakan, pemulihan lingkungan dan penguatan komunitas adalah pekerjaan panjang yang membutuhkan konsistensi, serta kolaborasi. Untuk itu, dibutuhkan peran seluruh pihak untuk bersama-sama membantu mengurangi beban masyarakat dan lingkungan yang terdampak bencana.

“Upaya bersama seperti ini menjadi penting agar kepedulian tidak berhenti di empati, tetapi berlanjut menjadi partisipasi yang berdampak,” kata Najwa.

Leave a reply

Iconomics