PP Sebut Proyek Pembangunan RSPON Mahar Mardjono Jakarta Senilai Rp 1,03 T Telah Capai 100%
RSPON Prof. Dr. Mahar Mardjono/Dok. PT PP
PT PP (Persero) Tbk menyebutkan proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. Mahar Mardjono Jakarta, telah mencapai 100%. Proyek kolaborasi antara PP dan WIKA itu dibangun dengan nilai kontrak Rp 1,03 triliun (termasuk PPN).
Corporate Secretary PP Joko Raharjo mengatakan, rumah sakit itu dibangun di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Proyek itu menggunakan kontrak desain dan bangunan yang pendanaannya berasal dari APBN, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan badan layanan umum (BLU).
Joko melanjutkan, ada 3 gedung utama dalam kawasan RSPON, yakni gedung pelayanan, gedung parkir, dan gedung pendidikan. RSPON pun dilengkapi dengan fasilitas ruangan IGD, SCU, HCU, ICU, dan radioterapi Linac, serta CT simulator.
Ketiga gedung itu, kata Joko, terintegrasi satu sama lain, dan mendukung kelancaran operasional layanan medis, serta pendidikan. Dari sisi inovasi, PP menggunakan sistem bekisting kolom praktis semi panel, serta pagar utama berbasis sistem otomatis.
Kemudian, lanjut Joko, PP mengkombinasikan kaca, alumunium, aluminium composite panel, hingga GRC cetak untuk material facade.
“Proyek ini merepresentasikan komitmen PT PP dalam menghadirkan infrastruktur layanan kesehatan berkelas internasional melalui penerapan teknologi konstruksi unggul, sekaligus memperkuat posisi PT PP sebagai mitra terpercaya pemerintah dalam pembangunan infrastruktur kesehatan nasional,” kata Joko dalam keterangan resminya pada Senin (21/7).
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik selesainya pembangunan RSPON. Budi mengatakan, pembangunan gedung itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, dan kapabilitas layanan RSPON dalam menangani penyakit saraf menjadi pusat riset, dan serta pendidikan ilmu saraf kelas dunia.
“Indonesia menuju brain decade. Sebuah langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan neuroscience di Asia Tenggara,” ujar Budi.