Waskita Karya Terapkan SMAP Berbasis ISO 37001 Cegah Praktik Suap di Lingkungan Perusahaan
PT Waskita Karya (Persero) Tbk menerapkan sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001, untuk mencegah segala bentuk praktik suap di lingkungan kerja. Dari penerapan SMAP, Waskita membentuk tim Fungsi Anti Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP).
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, tim FKAP bertugas memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan dilaksanakan sesuai prinsip integritas, transparansi, dan bebas penyuapan.
“Tim FKAP berperan strategis dalam melakukan pengawasan, evaluasi, serta pembinaan terhadap penerapan kebijakan anti penyuapan secara menyeluruh di seluruh lini organisasi. Tim ini berkontribusi secara signifikan pada terciptanya tata kelola perusahaan yang bersih, profesional, dan berkelanjutan,” kata Ermy dalam keterangan resminya pada Jumat (15/8).
Selain itu, kata Ermy, Waskita pun berpedoman, dan komitmen dalam menerapkan berbagai prinsip keselamatan, mutu, lingkungan, keamanan, dan anti-suap secara konsisten di seluruh kegiatan perusahaan. Ada pula komitmen tertulis berupa kebijakan anti-penyuapan yang melarang seluruh bentuk penyuapan, baik aktif maupun pasif.
Tidak hanya itu, lanjut Ermy, pihaknya juga menerapkan pedoman etika dan perilaku, tata kelola yang baik (GCG), dan hubungan dengan anak usaha. Waskita turut menyediakan saluran pelaporan pelanggaran, sehingga memungkinkan karyawan, atau pihak luar melaporkan indikasi penyuapan, dan pelanggaran secara anonim.
“Perseroan memastikan seluruh insan perusahaan menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tidak terlibat dalam praktik penerimaan atau pemberian gratifikasi yang melanggar ketentuan. Pengawasan itu dilakukan oleh unit pengendalian gratifikasi (UPG),” ujar Ermy.
Dari sisi pengawasan, kata Ermy, Waskita memiliki unit pengendalian internal, dan audit. Unit itu bertugas untuk mengawasi proses bisnis secara berkala, khususnya area yang rawan terhadap risiko penyuapan.
Di tengah upaya penyehatan kinerja operasional, kata Ermy, Waskita terus memperkuat implementasi GCG. Juga berharap seluruh langkah itu dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dan sehat.
“Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berdiri lebih dari 64 tahun, Waskita juga melakukan pemeriksaan latar belakang atau due diligence terhadap pihak ketiga seperti vendor, mitra usaha, dan subkontraktor, demi memastikan integritas mereka,” ujar Ermy.
Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics
Leave a reply Cancel reply
MOST POPULAR TAG
Most Popular
-
Telkom Lakukan Pemisahan Tahap II kepada TIF yang Bernilai Rp 49,85 T
August 10, 2026Kemenpar Pastikan Keselamatan Wisatawan, Simak Cara Reschedule dan Refund Tiket Bromo Tengger Semeru
August 10, 2026DIM Investasikan US$ 2,5 M untuk Bermitra Strategis dengan JBS Group
August 10, 2026Infographic
-
Anggaran Komunikasi: Anggaran Evaluasi Masih Kecil
July 8, 2026 -
Alasan Klien Tunjuk Konsultan PR
July 2, 2026 -
Susunan Pemegang Saham Bank Banten Pasca Bank Jatim Masuk
November 11, 2025 -
Kinerja BPR Berkat Artha Melimpah yang Dimiliki Cucu Eka Tjipta
October 25, 2025