BREN Bukukan Pendapatan Konsolidasian Tahun 2025 Sebesar US$605 Juta
Seremoni pencatatan perdana saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Senin, (9/10).
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih setelah pajak konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025.
“Kami dengan senang hati melaporkan kembali kinerja yang solid pada tahun 2025, didukung oleh kontribusi yang kuat dan konsisten dari portofolio panas bumi kami. Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami. Meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi kami menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan secara keseluruhan. Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, Perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami,” kata Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables dalam keterangan resminya.
Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, meningkat 1,4% secara tahunan, yang terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil dan kontribusi dari Unit Binary Salak. EBITDA tercatat sebesar US$518 juta, dengan margin EBITDA sebesar 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan.
Perseroan juga menyampaikan laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, meningkat 6,5% secara tahunan, didorong oleh kinerja operasional yang lebih kuat serta penurunan biaya pendanaan setelah pelaksanaan inisiatif optimalisasi utang.
Hingga akhir 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar US$3,87 miliar, sementara total liabilitas menurun menjadi US$2,98 miliar, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) Perseroan membaik menjadi 2,36x pada akhir tahun 2025.
Perseroan mencatat sejumlah pencapaian penting sepanjang tahun yang semakin memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III 2025, menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan Perseroan mencapai 910 MW pada akhir tahun 2025, meningkat 24 MW (+2,7% YoY) dibandingkan tahun sebelumnya Perseroan juga berhasil menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025, yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, menandai tahap berikutnya dari strategi ekspansi panas bumi Perseroan. Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal pertama 2026, yang semakin meningkatkan kinerja keseluruhan pembangkit listrik.
Ke depan, Perseroan terus melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan akan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia.