IHSG Melonjak 2,07% ke Level 6.007, Asing Catat Net Buy

Kinerja IHSG secara kumulatif sepanjang tahun masih berada di zona negatif. Hingga penutupan perdagangan 12 Juni 2026, IHSG tercatat turun 30,52% secara year-to-date.
0
17

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6), meskipun masih terpuruk sepanjang tahun berjalan.

IHSG ditutup menguat 121,62 poin atau 2,07% ke level 6.007,66 dari posisi penutupan sebelumnya di 5.886,03. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.952,85 hingga 6.074,07.

Penguatan indeks ditopang oleh aktivitas transaksi yang tinggi. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume perdagangan mencapai 34,78 miliar saham dengan nilai transaksi Rp21,65 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,35 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.524 triliun.

Dari sisi investor asing, pasar saham domestik mencatat aliran dana masuk (net buy) sebesar Rp287,84 miliar pada perdagangan hari ini. Meski demikian, secara year-to-date (YTD) atau sepanjang tahun berjalan, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp67,34 triliun.

Kebangkitan IHSG, antara lain ditopang oleh kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama sektor pertambangan, kelompok perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Sejak sesi pembukaan, saham-saham BUMN mencatatkan akumulasi pembelian yang masif dari investor domestik maupun asing. Saham-saham BUMN sektor pertambangan bahkan mencatat kenaikan hingga sekitar 7%. Kepercayaan pasar terhadap ketahanan dan profitabilitas perusahaan-perusahaan pelat merah dinilai menjadi katalis utama yang mendorong IHSG kembali ke zona hijau sekaligus mengangkat sentimen positif di pasar modal Indonesia.

Baca Juga :   Anjlok 5% Lagi, Perdagangan Saham di BEI Sempat Dibekukan Sementara

Secara sektoral, hampir seluruh sektor ditutup menguat. Sektor bahan baku (basic materials) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,85%, disusul sektor energi 4,66%, transportasi dan logistik 4,46%, serta sektor industri 3,85%. Hanya sektor kesehatan yang terkoreksi 0,58%.

Di kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor utama penguatan IHSG dengan sumbangan 25,76 poin terhadap indeks. Kontributor positif lainnya antara lain PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MORA), dan TLKM.

Sementara itu, saham-saham yang menjadi penekan pergerakan indeks antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA).

Berdasarkan nilai transaksi, BBCA menjadi saham teraktif dengan nilai perdagangan mencapai Rp2,73 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp2,46 triliun, BBRI Rp1,32 triliun, BMRI Rp1,15 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp1,10 triliun.

Menanggapi penguatan pasar tersebut, COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku pasar yang terus memberikan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Baca Juga :   RUPS Indofarma Tunjuk Sahat Sihombing Jadi Dirut

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja positif IHSG yang hari ini berhasil kembali menembus level 6.000. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar dan investor yang terus menaruh kepercayaan tinggi pada pasar modal Indonesia, dan secara khusus pada saham-saham BUMN,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan pers, Jumat (12/6).

Menurut Dony, kontribusi saham-saham BUMN dalam mendorong penguatan IHSG merupakan hasil dari transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang selama ini dijalankan oleh perusahaan-perusahaan negara.

“Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi. Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme,” ujarnya.

Penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir juga dikaitkan dengan sinergi kebijakan pemerintah dan otoritas ekonomi. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50%, yang dinilai membantu memulihkan kepercayaan pasar.

Langkah tersebut diperkuat melalui serangkaian konsolidasi yang difasilitasi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sepekan terakhir, Dasco menggelar sejumlah pertemuan yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Danantara, Himbara, BPJS, hingga perusahaan asuransi BUMN guna menyelaraskan langkah fiskal dan moneter.

Baca Juga :   Trisula Textile Industries Bagikan Dividen Rp 10 M di Mei 2026

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan fundamental ekonomi nasional, khususnya sektor perbankan, tetap berada dalam kondisi yang kuat.

“Terima kasih kepada Mas Dasco yang terus memfasilitasi ruang diskusi. Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan.

Ia juga mengapresiasi koordinasi yang dilakukan berbagai institusi negara dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kami berterima kasih kepada Pak Dony (Oskaria) beserta seluruh jajaran di Himbara, kemudian dari Taspen, BPJS, dan INA yang terus berkoordinasi. Kita akan terus bekerja keras mengatasi tantangan ekonomi demi menciptakan kondisi yang stabil sebagaimana harapan kita bersama,” lanjutnya.

 

Meski mencatat reli kuat pada perdagangan hari ini, kinerja IHSG secara kumulatif sepanjang tahun masih berada di zona negatif. Hingga penutupan perdagangan 12 Juni 2026, IHSG tercatat turun 30,52% secara year-to-date.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics