JTPE Tebar Dividen dengan Rasio Pembayaran 60% dari Laba Bersih 2025

Tahun lalu, JTPE mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp351,4 miliar, tumbuh 47,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
0
62

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE),  perusahaan yang bergerak di bidang penyedia solusi percetakan sekuriti mulai dari identitas, pembayaran, perlindungan merek, serta percetakan komersial, membagikan dividen dengan rasio pembayaran mencapai 60% dari laba bersih tahun buku 2025. 

Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp210,6 miliar atau setara dengan Rp31 per lembar saham, setelah memperhitungkan 57.720.000 saham yang telah dibeli kembali (buyback) selama 15 Desember 2025 – 6 Maret 2026.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 29 Mei 2026, di Surabaya. 

Tahun lalu, JTPE mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp351,4 miliar, tumbuh 47,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan Perseroan mencapai Rp2,8 triliun, atau naik 31,5% secara tahunan.

“Keputusan membagikan dividen dengan rasio pembayaran yang tinggi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham. Tentunya ini juga sejalan dengan keberhasilan Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 48% sepanjang tahun 2025,” ujar Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei.

Baca Juga :   Telkom Bagi Dividen Rp14,86 Triliun

Momentum pertumbuhan positif diyakini akan berlanjut pada tahun 2026. Meskipun kinerja kuartal pertama 2026 tercatat lemah akibat pergeseran pengadaan produk sekuriti ke Kuartal II dan III tahun ini,  serta kenaikan biaya material, namun JTPE optimistis dapat rebound. Perseroan melihat bahwa tender pemerintah untuk segmen sekuriti biasanya mulai memberikan kontribusi lebih besar pada semester kedua tahun ini.

Selain itu, pertumbuhan di tahun 2026 juga akan didukung oleh potensi dari proyek biometrik dan kemasan (packaging). JTPE menekankan bahwa pertumbuhan tahun ini lebih didorong oleh volume penjualan, bukan oleh harga jual rata-rata produk (ASP).

Untuk mempertahankan kinerja, Perseroan menjalankan sejumlah strategi. Pertama, adaptasi untuk memperkuat margin produk serta memperluas portofolio produk melalui produk-produk bermargin tinggi. Kedua, terus melakukan optimalisasi dan peningkatan kapasitas produksi. Ketiga, mendorong pertumbuhan anorganik, salah satunya melalui kerja sama atau kolaborasi dengan mitra strategis.

Baru-baru ini, JTPE resmi melakukan joint venture (JV) dengan mitra strategis asal Hongkong dengan mendirikan PT Nusatek Global Solutions. Perusahaan patungan ini bergerak dalam pengembangan produk RFID yang saat ini tengah diperkuat oleh JTPE. Melalui langkah strategis tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja untuk tahun buku 2026 serta mencapai pertumbuhan jangka panjang.

Leave a reply

Iconomics