Perdagangan di BEI untuk Tahun 2023 Resmi Ditutup, IHSG Gagal Parkir di Level 7.300

2
223

Perdagangan di Bursa Efek Indoensia (BEI) untuk tahun 2023 resmi ditutup pada Jumat (29/12). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir perdagangan di tahun ini ditutup di 7.272,80, gagal berakhir di level 7.300.

Sebelumnya pada Kamis (28/12), IHSG ditutup pada level 7.303,89. Mengutip RTI, pada hari terakhir perdagangan tahun 2023, IHSG dibuka pada level 7.303,89. Kemudian bergerak naik turun hingga menyentuh level  tertinggi di 7.313,34 dan level terendah di 7.259,68, sebelum kemudian parkir di 7.272,80 di akhir perdagangan.

Dengan harga terakhir ini, nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia pun mencapai Rp11.708,39 triliun. Sehari sebelumnya pada perdaganga Kamis (28/12), nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai level tertinggi sepanjang sejarah yaitu Rp11.762 triliun.

Meski gagal berakhir di level 7.300-an, sepanjang tahun ini IHSG tumbuh positif. Bila dibandingkan penutupan perdagangan akhir tahun 2022 yang jatuh pada Jumat (30/12) atau secara year  on year (yoy), IHSG menguat 6,16%.

Dinamika pasar saham tahun 2032

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi – yang menutup secara resmi perdagangan di BEI pada tahun 2023 – mengatakan pada kuartal pertama dan kedua 2023, IHSG sempat mengalami tekanan dengan volatilitas yang cukup tinggi hingga sempat menyentuh titik terendah di angka 6.565,73.

Dinamika pasar modal tahun 2023/Sumber: OJK dan BEI

Namun, seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan pertama dan triwulan kedua yang mencapai lebih dari 5%, kinerja IHSG pun kemabli mengalami pertumbuhan positif pada November 2023.

Baca Juga :   Apa Lagi yang Bakal Dilakukan Nasabah Kresna Life Usai Menyambangi OJK dan Manajemen Kresna Life?

“Kondisi bullish ini terus berlanjut hingga kemarin (Kamis, 28 Desember 2023), IHSG itu ditutup  cukup tinggi pada posisi 7.303,89,” ujar Inarno.

Hal yang sama juga disampaikan Iman Rachman, Direktur BEI. Menurut Iman, meski IHSG bergerak  fluktuatif, pada akhir tahun 2023 IHSG mulai bergerak kembali ke zona positif dengan diikuti pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang meningkat lebih dari 24% atau setara lebih dari US$760 miliar.

“Bahkan rekor kapitalisasi pasar yang tertinggi berhasil diraih pada tahun ini  pada pada  28 Desember 2023 dengan nilai mencapai Rp11.762 triliun,” ujar Iman dalam laporannnya.

Semarak IPO Tahun 2023

Iman mengatakan optimisme besar juga terlihat dari maraknya sejumlah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2023. Sepanjang tahun ini, ada 79 perusahaan yang melakukan IPO dan ini merupakan jumlah IPO tahunan tertinggi sepanjang sejarah.

Tak hanya tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, jumlah IPO di BEI pada tahun 2023 ini, menurut Iman, juga merupakan tertinggi dibandingkan beberapa bursa di Asean.

Baca Juga :   OJK Dorong LKM Go Digital untuk Meningkatkan Perannya dalam Pembiayaan Mikro

Menurut data EY Global IPO Trends 2023, secara global, BEI berada pada peringkat ke-6 dalam jumlah IPO dan peringkat ke-9 dalam hal nilai fund rising.

Inarno menambahkan sampai  28 Desember 2023, OJK telah merilis surat pernyatan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum untuk 211 penawaran umum dengan total keseluruhan nilai hasil penawaran umum sebesar Rp247,06 triliun. Dari jumlah tersebut 74 diantaranya adalah emiten baru baik saham maupun EBUS.

Penghimpunan dana Securities Crowdfunding atau SCF juga terus bertambah.  Inarno mengatakan SCF telah berhasil dimanfaatkan oleh 493 pelaku UKM dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,04 triliun dari 167.788 pemodal melalui 16 platform penyelenggara SCF.

Jumlah Investor

Tren jumlah investor pasar modal Indoensia/Sumber: OJK

Hal menggembirakan lainnya dari pasar modal Indonesia adalah pertumbuhan jumlah investor. Inarno mengatakan berdasarkan jumlah SID, per 28 November 2023, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 12,16 juta atau meningkat hampir 5 kali lipat dalam 4 tahun terakhir.

Baca Juga :   OJK Ungkap Tren Nilai Transaksi Aset Kripto di Indonesia Menurun, Apa Penyebabnya?

Iman mengatakan sebanyak 79% dari jumlah investor ini merupakan investor ritel yang berusia di bawah 40 tahun.

2 comments

Leave a reply

Iconomics