Sinarmas Sekuritas: Sektor Retail Kembali Normal 2022

0
800

Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada bisnis sektor retail selama satu tahun. Ini tercermin dari same store sales growth atau SSSG sektor retail pada 9 bulan tahun 2020. Kondisi tahun lalu tentu berbeda dibandingkan tahun 2018 dan 2019 yang mengalami pertumbuhan.

Data yang dihimpun dari Sinarmas Sekuritas, SSSG empat perusahaan retail yakni: PT Ace Hardware Indonesia (ACES) SSSG-nya pada tahun 2018 sebesar 13,5%, 2019 tumbuh 2,5% dan pada 9 bulan tahun 2020 sebesar -8,0%.

Lalu PT Mitra Adiperkasa (MAPI) pada tahun 2018 SSSG tumbuh 8%, 2019 SSSG tumbuh 4% dan pada 9 bulan tahun 2020 sebesar -33%.

PT Matahari Departement Store (LPPF) tahun 2018 SSSG tumbuh 2,9%, lalu tahun 2019 sebesar 6,7% dan 9 bulan tahun 2020 sebesar -57,2%.

Terakhir, PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) tahun 2018 SSSG tumbuh 3,5%, kemudian tahun 2019 tumbuh 0% dan 9 bulan tahun 2020 minus 57,7%.

Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Elvira Natalia menjelaskan, penurunan SSSG yang cukup dalam terjadi di LPPF dan RALS akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Idul Fitri 2020. Kedua emiten retail tersebut mengandalkan pendapatan ketika momen hari raya.

Baca Juga :   SehatQ Berikan Rapid Test Gratis, Mau?

“Target pembeli kedua emiten tersebut berasal dari pekerja menengah dan pekerja menengah bawah, sementara pendapatan dari kelas pekerja menengah bawah berkurang” terang Elvira pada Jumat (12/3) dalam Webinar Sinarmas Sekuritas dengan judul ‘How Vaccination and Technology Will Shape Retail Industry’, sebagaimana disampaikan kembali melalui siaran pers, Sabtu (13/3).

Sementara untuk ACES penurunannya tidak terlalu dalam pada kuartal III-2020 karena habit pembeli tidak terpengaruh pada momen-momen tertentu seperti hari raya. Sedangkan untuk MAPI, penurunan penjualan pada kuartal 3 2020 terjadi karena penutupan sejumlah toko terutama di sektor fashion dan sportswear MAPI karena PSBB.

Di sisi lain, sejalan dengan distribusi vaksin yang semakin meluas dan terus dikejar oleh pemerintah, ekonomi berangsur-angsur menggeliat. Ini terlihat pada penjualan di restoran atau kafe, tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang mengalami tren kenaikan. Elvira pun meyakini tahun depan sektor retail kembali normal seperti sediakala.

“Potensi retail industri pulih sangat besar terutama bagi perusahaan yang sudah tap in techonology. Termasuk juga partnership dengan e-commerce dan memiliki website digital sendiri,” kata Elvira.

Baca Juga :   Sinar Mas Land dan Mitbana akan Implementasikan Solusi Smart Mobility

Khusus untuk MAPI, Elvira menyebut dengan strategi tersebut akan mengikat pelanggan dan tidak langsung beralih brand lain. Walau, kontribusi penjualan digitalnya masih 5% dari total penjualan secara keseluruhan.

Di sisi lain penetrasi e-commerce di Indonesia semakin luas. Data Euromonitor menunjukkan pada tahun 2020 penetrasi e-commerce di Indonesia sebesar 6% meningkat secara bertahap dari tahun 2018 dan 2019 masing-masing sebesar 2% dan 3%.

Yang menarik menurut Elvira, kondisi ini seperti kondisi delapan tahun lalu di China. Indonesia saat ini sedang mengalami shifting consumer behaviour dan membuat penjualan di e-commerce naik. Kabar tentang rencana initial public offering atau IPO e-commerce Tokopedia yang bergabung bersama Gojek dengan total target valuasi sebesar US$35-40 miliar, membuat perusahaan masuk dalam top 10 perusahaan Jakarta Composite Index (JCI).

Meski begitu, Elvira menilai potensi yang sangat besar di e-commerce ini memberikan peluang dan risiko. Misalnya pada peluang retail bisa memperluas sejumlah channel penjualan. Sedangkan risikonya, pembeli akan cenderung beralih ke barang subsititusi yang murah. Sehingga perusahaan dengan segment middle to low akan terkena dampak.

Baca Juga :   Dirut Sinar Mas Agro Resources and Technology Meninggal Dunia, Perseroan Yakinkan Tidak Ada Dampak Negatif

 

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics