Teguk Indonesia Resmi Melantai di Bursa, Sahamnya ‘Puaskan Dahaga’ Investor

0
589

Perusahaan miniumam kekinian PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) atau dikenal dengan brand Teguk Indonesia resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/7).

Penampilan perdanannya di lantai Bursa mampu ‘memuaskan dahaga’ para investor, dengan kenaikan harga saham yang menyentuh level Auto Reject Atas (ARA).

Mengutip RTI, harga saham Teguk Indonesia dibuka pada level Rp148 per saham, naik 34,55% dari harga penawaran perdana Rp110 per saham.

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) melepaskan 1,07 miliar saham kepada publik. Dengan harga penawaran perdana Rp110 per saham, perusahaan yang berdiri tahun 2018 ini memperoleh dana Rp117,8 miliar dari penawaran umum perdana ini.

Maulana Hakim, Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mengatakan melantai di Bursa merupakan ‘mimpi yang menjadi kenyataan’.

“Di tahun ke-5 kami bisa dengan bangga mencatatkan sebagai brand lokal pertama kategori beverage yang melantai di Bursa Efek Indonesia,” ujar Maulana di Main Hall BEI, Senin (10/7).

Teguk adalah perusahaan food dan beverage kategori beverage store yang beroperasi dengan sistem non franchise. Saat ini Teguk memiliki 160 gerai di beberapa kota di Indonesia. Selain itu, Teguk juga sudah go global dengan memiliki satu gerai di New York Amerika Serikat.

Baca Juga :   Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Resmi Tercatat di Bursa Efek Indonesia

“Visi kami menjadi perusahaan makan dan miniuman Indonesia yang mendunia dan mampu menciptakan bisnis yang berkelanjutan dengan selalu melakukan inovasi untuk memberikan minuman kekiniaan yang berkualitas. Misi kami membuat setiap orang bisa menikmati minuman kekinian yang terbaik dengan harga yang terjangkau,” beber Maulana.

Diakuinya, bisnis Food and Beverage (FnB) memiliki sejumlah tantangan seperti tren yang selalu berubah dan kompetisi yang dinamis.

“Apalagi barrier to entry-nya sangat rendah dan hampir tidak ada. Sehingga siapa pun dengan mudah dapat berbisnis FnB,” ujarnya.

Menghadpai berbagai tantangan di industri ini, Maulana mengatakan Teguk Indonesia senantiasa mencermati perilaku konsumen dengan melakukan riset konsumen.

“Inilah yang menjadi salah satu alasan kami berani berekspansi hingga negeri kiblatnya FnB bisnis dunia, Amerika Serikat, pada September 2022. Saya mengajak kepada UMKM Indonesia, para pengusaha muda untuk jangan takut bermimpi dan jangan takut untuk menjadi perusahaan publik. Karena inilah awal menuju jenjang berikutnya menjadi lebih baik, lebih tumbuh dan lebih besar,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics