Brand Hari ini Harus AI Friendly

0
6

Marketeers kembali menggelar ajang tahunan Marketeers Tech for Business (TFB) 2026, yang kini memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, acara ini menjadi panggung utama untuk mengulas transformasi strategi digital marketing di tengah gelombang besar kecerdasan buatan yang kian mengubah lanskap bisnis.

Mengusung tema Digital Marketing in the Age of AI, Marketeers TFB 2026 menghadirkan berbagai insight dan perspektif terbaru yang menjadi panduan bagi para pelaku bisnis untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar digital yang semakin didorong oleh teknologi AI.

Iwan Setiawan, COO of MCorp sekaligus salah satu penulis buku Marketing 7.0: A Guide for Thinking Marketeers in The Age of AI (Wiley, 2026), membuka Marketeers Tech for Business 2026 dengan menyoroti perubahan fundamental perilaku konsumen di era AI.

Menurut Iwan, setelah era Search pada 2000-an dan era Social pada 2010-an, kini Generative AI mulai menjadi pintu masuk utama konsumen dalam mencari informasi, produk, hingga rekomendasi. Perubahan ini mendorong pemasar untuk menyesuaikan strategi digital mereka dengan cara konsumen menemukan dan mengevaluasi brand.

“Orang mulai memanfaatkan satu komponen baru dalam mencari informasi, yaitu generative AI. Ini adalah consumer behavior yang trennya semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Iwan.

Baca Juga :   NEC Indonesia Bersama Anak Usaha Sinar Mas Land Kembangkan Adaptation Finance untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Iwan menjelaskan bahwa AI kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu produktivitas, tetapi juga berperan dalam proses discovery dan pengambilan keputusan konsumen. Karena itu, strategi digital marketing perlu berevolusi dari SEO (Search Engine Optimization) dan SMO (Social Media Optimization) menuju GEO (Generative Engine Optimization), agar brand lebih mudah ditemukan dan direkomendasikan oleh AI.

Untuk itu, Iwan menekankan bahwa brand masa kini harus menjadi AI-Friendly dengan memenuhi tiga kriteria utama, yakni Available (mudah ditemukan oleh AI), Authoritative (mudah dipercaya), dan Articulate (mudah dipahami). Brand yang memenuhi ketiga kriteria ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang nyata di era pemasaran berbasis AI.

Sementara itu, Puput Widha Ardhana, VP Shared Services Human Capital PT Pertamina (Persero), menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era AI. Menurutnya, tantangan terbesar perusahaan saat ini bukanlah teknologi, melainkan manusia yang harus mampu beradaptasi dengan perubahan.

Puput menyebut empat tantangan utama yang perlu diatasi, yakni AI literacy gap, change resistance, competency mismatch, dan leadership readiness.

“Tantangan terbesar yang kami hadapi bukan pada teknologinya, melainkan pada manusianya. Ada AI literacy gap, ada change resistance, ada competency mismatch, dan ada leadership readiness yang harus kami siapkan. Itulah mengapa kami membangun SS School, karena pada akhirnya, it’s not the plane, it’s the pilot,” ujar Puput.

Baca Juga :   Catat Ancamannya, Profesional Keuangan Masuki Zona Baru

 

Marketeers OMNI Brands of the Year 2026: Merayakan Omnichannel Terbaik Indonesia

Melengkapi rangkaian Marketeers Tech for Business 2026, Marketeers turut menggelar Marketeers OMNI Brands of the Year untuk kedelapan kalinya. Ajang penghargaan ini didedikasikan bagi merek atau perusahaan yang selama setahun terakhir sukses menerapkan pendekatan omnichannel marketing dan transformasi digital — mengintegrasikan online-offline, digital-fisik, hingga tech-human dalam berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari branding, produk, layanan, komunikasi, hingga pembangunan komunitas.

Marketeers Tech for Business 2026 dihadiri lebih dari 650 partisipan dari berbagai industri, mulai dari C-Level executives, marketing managers, hingga para profesional teknologi dan transformasi digital. (**)

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics