BUMN Mau Setor Dividen, Anggota Komisi VI DPR ini Ingatkan Menteri BUMN
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Achmad Baidowi/Dok. DPR
Rencana setoran dividen oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada negara mendapatkan pujian sekaligus kritik. Kementerian BUMN dan BUMN harus terus melakukan pembenahan agar semakin besar kontribusinya kepada masyarakat dan negara.
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Achmad Baidowi memberikan beberapa catatan terhadap kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menyetorkan dividen sebesar Rp80,2 triliun ke kas negara.
Baidowi mengatakan jumlah dividen yang berhasil dibukukan oleh BUMN menjadi yang terbesar sepanjang sejarah keberadaan BUMN, yang mana hal itu menunjukkan bahwa jajaran Kementerian BUMN fokus dalam bekerja dan memiliki strategi bisnis yang baik.
Kendati demikian, Baidowi meminta agar BUMN tidak mudah berpuas diri terhadap pencapaian tersebut. Menurutnya, masih terdapat persoalan yang perlu dibenahi, termasuk memastikan operasional perusahaan-perusahaan BUMN dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Selain itu, Baidowi juga meminta agar jabatan di tingkat jajaran direksi dan komisaris dapat diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam posisinya, sehingga diharapkan tidak ada konflik kepentingan yang terjadi seperti dalam kasus direktur utama PT Waskita Karya Tbk yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi.
“Pak Erick harus menjadikan ini sebagai pelajaran untuk bersih-bersih BUMN agar lebih profesional dan memberikan keuntungan lebih besar kepada negara,” kata Baidowi dalam keterangannya pada Selasa (02/05/2023).
Ia mengapresiasi kepada Menteri BUMN Erick Thohir atas pencapaian yang telah berhasil diraih oleh BUMN. “Kami mengapresiasi kinerja Erick Thohir atas pencapaian dividen ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir Erick Thohir mengatakan bahwa siap membagikan dividen BUMN kepada negara pada tahun 2023 ini sebesar Rp80,2 triliun. Laba bersih konsolidasi BUMN juga diprediksi mencapai Rp303,7 triliun.
“Kemarin rapat dengan Bapak Presiden RI, Jokowi dan Ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hasil kerja kita (BUMN) tahun kemarin, tahun ini kita akan berikan dividen terbesar sepanjang sejarah BUMN kepada negara Rp 80,2 triliun,” ujar Erick Thohir dalam keterangannya.
Menurut Erick, BUMN punya sumbangsih kepada negara, supaya negara tidak hanya mendapatkan pemasukan dari pajak tetapi juga hasil usaha yang baik. “(Dividen) Untuk apa? Untuk program-program yang mendorong daripada program kerakyatan dari pemerintah seperti bantuan sosial dan sebagainya,” lanjutnya.