Penelitian Standard Chartered Ungkap Keberhasilan Globalisasi dari Sudut Pemimpin Bisnis

0
150

Penelitian Standard Chartered yang berjudul Resetting Globalisation: Catalysts for Change mengungkapkan 88% pemimpin bisnis setuju bahwa globalisasi berhasil dalam lima pilar utama, yaitu perdagangan, modal, teknologi, sumber daya manusia, dan keberlanjutan.

“Globalisasi merupakan aspek yang perlu dikaji kembali, dan babak berikutnya harus lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Meskipun terdapat permasalahan yang kompleks, para pemimpin dunia usaha sangat mendukung globalisasi – perdagangan yang lebih berketahanan dan inklusif, aliran modal yang lebih besar untuk menjembatani kesenjangan pendanaan di negara-negara berkembang, dan agar lebih banyak orang dapat memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi. Yang terpenting, kita perlu mewujudkan transisi yang adil untuk mencapai tujuan keberlanjutan bersama dan memastikan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Solusi terhadap tantangan bersama hanya dapat ditemukan melalui kolaborasi dan koneksi, bukan melalui fragmentasi ataupun isolasi,” kata Group Chief Executive, Standard Chartered, Bill Winters dalam keterangan resminya.

Dalam penelitian yang mensurvei para pemimpin bisnis di 20 negara di Afrika, Asia yang termasuk Indonesia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara, memaparkan peran perdagangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mendapat dukungan paling besar, sekitar 86% pemimpin mengatakan perdagangan global memungkinkan pembangunan yang lebih berkelanjutan, dan 83% percaya globalisasi membantu membuat rantai pasokan lebih tangguh. Para pemimpin juga menyerukan pendekatan yang lebih kolaboratif dan transparan terhadap perjanjian perdagangan internasional, ditambah dengan kebijakan dalam negeri yang saling melengkapi.

Baca Juga :   Puan: Perlu Paradigma Baru Sikapi Hubungan Antar-Negara di Forum Parlemen Asia-Pasifik

Terkait aspek keberlanjutan, terdapat kesadaran luas di kalangan pemimpin bisnis akan perlunya solusi di tingkat lokal maupun global. Meskipun 70% pemimpin berpendapat positif mengenai efektivitas mekanisme tata kelola global, hanya 56% yang percaya bahwa solusi perubahan iklim memerlukan upaya secara global. Responden mengidentifikasi perdagangan sebagai cara untuk mempercepat penerapan teknologi rendah karbon, serta transfer keterampilan dan pengetahuan. Para pemimpin juga menyadari adanya kebutuhan untuk mempercepat transisi menuju masa depan net-zero.

Responden menekankan pentingnya tiga aspek utama permodalan, dimana hampir semua responden sekitar 95% percaya bahwa modal harus dapat mengalir dengan bebas di seluruh dunia, dan para responden juga sepakat mengenai manfaat pasar keuangan bagi negara maju dan berkembang, serta perlunya pemerintah untuk mendukung investasi asing.

Teknologi juga merupakan sebuah tema yang perlu digarisbawahi, dimana 75% responden menyatakan kebebasan aliran data secara global memberikan sebuah dampak positif. Para pemimpin juga menyerukan perlunya untuk memastikan agar masa depan keuangan digital tetap aman dan terjamin bagi semua orang. Perihal aspek talenta dan budaya di dunia kerja, 74% pemimpin bisnis percaya bahwa merekrut talenta dari mana saja di dunia merupakan sebuah hal yang baik bagi bisnis.

Baca Juga :   BPAM Gandeng Standard Chartered Indonesia Pasarkan Reksa Dana ESG

Adapu spesifik untuk Indonesia, para responden di Indonesia sangat optimistis dengan peran permodalan dalam globalisasi. Indonesia merupakan negara kedua yang paling optimistis sekitar 60% di antara 20 negara yang disurvei, dan percaya bahwa pembukaan pasar keuangan global akan menguntungkan negara maju maupun negara berkembang.

Temuan lainnya, pemimpin dunia usaha di Indonesia juga merupakan kelompok yang paling optimistis perihal dampak imigrasi pada dunia kerja, dimana 85% mengatakan bahwa imigrasi telah memberikan manfaat bagi perekonomian mereka. Di Indonesia, manfaatnya berasal dari kiriman uang yang dikirim oleh warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri. Pada tahun 2022, para WNI mengirimkan kembali hampir US$10 miliar ke dalam negeri. Kontribusi mereka merupakan sumber pendapatan devisa yang signifikan dan telah terbukti memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Leave a reply

Iconomics