Regenerasi Intelijen TNI Bergulir, Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kepala BAIS
Letnan Jenderal TNI Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI/Dok. Kemenhan
Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjuk Letnan Jenderal TNI Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya belum lama ini. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan penunjukan itu.
Menurut dia, Robi Herbawan kini mendapat amanah memimpin Badan Intelijen Strategis TNI setelah sebelumnya menjabat Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan (Kemhan).
“Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan RI,” ujar Rico kepada jurnalis, Kamis (07/05/2026).
Pergantian pejabat strategis di lingkungan pertahanan dan intelijen ini, kata Rico, merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi agar tata kelola kelembagaan berjalan lebih efektif dan adaptif terhadap tantangan keamanan nasional. Rotasi tersebut juga, lanjut Rico, terjadi di sejumlah posisi strategis lain.
Sebelumnya, Letjen TNI Agus Widodo ditunjuk menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Penunjukan itu membuat posisi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan yang ditinggalkannya harus segera diisi.
Dalam pertemuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Senin (04/05/2026), Sjafrie memperkenalkan Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo sebagai pejabat yang akan menempati posisi Dirjen Strahan Kemhan.
Rico turut membenarkan penunjukan tersebut. “Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo menjadi Dirjen Strahan,” kata dia.
Pergantian sejumlah pejabat tinggi ini, kata Rico lagi, menunjukkan adanya konsolidasi dan penyegaran di sektor pertahanan dan intelijen negara, terutama pada posisi-posisi yang berperan penting dalam perumusan strategi keamanan nasional. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Mabes TNI belum memberikan tanggapan terkait telegram resmi mutasi dan rotasi jabatan itu.