SMBC Indonesia dan BTN Selesaikan Pengalihan Portofolio Kredit Pensiun, Simak Langkah Transisinya

0
8

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengumumkan penyelesaian pengalihan portofolio kredit pensiun dari SMBC Indonesia pada 29 Juni 2026.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk memperkuat peran Perseroan sebagai bank yang mendampingi masyarakat di setiap fase kehidupan.

Menurut Nixon, komitmen BTN tidak berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah pertama, tetapi terus berlanjut hingga mendukung kesejahteraan nasabah memasuki masa pensiun.

“Hari ini, melalui penandatanganan resmi ini, BTN secara resmi mengelola layanan pinjaman pensiun dan manfaat pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia. Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Justru sebaliknya, kami ingin memperkuat perjalanan layanan BTN kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera. Bahkan bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah, BTN tetap siap menjadi mitra dalam mewujudkan impian tersebut,” kata Nixon.

Baca Juga :   Yakinkan Nasabah, Anggota DPRD DKI Jakarta: Dana Nasabah Bank DKI Aman 100%

Ia menambahkan bahwa akuisisi ini akan semakin memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan ekosistem layanan yang menyeluruh. Dengan jaringan yang luas serta kapabilitas digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat di berbagai tahapan kehidupan.

“Transformasi Beyond Mortgage yang kami jalankan bukan berarti keluar dari bisnis perumahan. Perumahan tetap menjadi inti bisnis BTN. Yang kami lakukan adalah melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun. Dengan demikian, kami dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah,” tambah Nixon.

Nixon juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi intensif yang telah terjalin antara tim BTN dan SMBC Indonesia sejak tahun 2025 hingga mencapai tahap transaksi ini. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pascatransaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudence) dan kepatuhan yang tinggi guna memastikan proses transisi berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi kedua institusi dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :   Fitur myBCA Dikembangkan dan Dilengkapi untuk Penuhi Kebutuhan Nasabah, Apa Saja?

Nixon memastikan bahwa proses transisi dirancang agar berjalan mulus tanpa mengganggu hak-hak nasabah.

“Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN,” tegasnya.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar menyatakan bahwa transaksi ini merefleksikan komitmen perusahaan untuk menempatkan nasabah sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan strategis perusahaan.

“Kami meyakini bahwa BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk memberikan layanan kepada nasabah pensiun,” kata Henoch.

Henoch menambahkan bahwa transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia untuk semakin memfokuskan sumber daya dan investasi perusahaan pada pengembangan layanan bagi segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah, serta korporasi.

Sebagai bentuk transparansi, BTN akan segera mengirimkan surat penyambutan (welcome letter) serta panduan lengkap mengenai pengalihan pengelolaan fasilitas kredit kepada seluruh nasabah terdampak. Namun demikian, pembayaran manfaat pensiun akan tetap dikelola oleh SMBC Indonesia sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Leave a reply

Iconomics