Telkom Beri Kompensasi Rp1,2 Triliun untuk 1.000 Karyawan yang Bersedia Pensiun Dini

0
74

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memberikan kompensasi sebesar Rp1,2 triliun kepada 1.008 karyawan yang bersedia mengikuti program pensiun dini. Nilai kompensasi tersebut sudah termasuk PPh 21.

Bila dibagi rata, maka setiap karyawan yang pensiun dini akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp1,19 miliar.

“Pengeluaran tersebut sudah sejalan dengan yang dianggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tahun 2024,” ujar Octavius Oky Prakarsa, Vice President Investor Relations Telkom dalam jawabannya atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Theiconomics.com, Jumat (30/8).

Octavius mengatakan pensiun dini merupakan bagian dari program penataan SDM  untuk “menyukseskan langkah transformasi 5 Bold Moves yang tengah dijalankan Perseroan.”

Dikutip dari Kumparan, 5 Bold Moves adalah strategi perusahaan milik negara itu membangun keunggulan kompetitif di tiga pilar bisnis digital Telkom, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Octavius  mengatakan strategi ini  “perlu diikuti dengan ketersediaan digital talent dengan kompetensi spesifik yang mumpuni.” 

“Program Pensiun Dini juga dilakukan guna menciptakan persepsi positif bagi investor, dimana Telkom telah menjalankan efisiensi yang ditujukan untuk produktivitas yang lebih baik di masa mendatang,” kata Octavius.

Baca Juga :   Telkom Berkolaborasi dengan Adhi Karya untuk Mendigitalisasikan Proyek TOD Adhi Commuter Properti

Octavius menjelaskan, sebelum pelaksanaan program pensiun dini ini,  Perseroan terlebih dahulu meredesain organisasi yang lebih lean dalam rangka optimalisasi sumber daya untuk mendukung langkah transformasi bisnis yang sedang berjalan. 

Ia berkata, bagi Telkom program pensiun dini dapat meningkatkan efisiensi beban dan produktivitas karyawan, memberikan peluang untuk regenerasi karyawan serta pengembangan karier bagi digital talent muda.

“Program pensiun dini dibuka bagi seluruh karyawan yang selanjutnya dilakukan prioritas seleksi terhadap pendaftar yang merupakan karyawan terdampak restrukturisasi organisasi dengan sisa masa kerja 3-4 tahun. Dengan demikian, program ini diyakini tidak mengganggu operasional bisnis Perseroan,” jelasnya.

Program pensiun dini ini, jelasnya, bersifat sukarela. Karyawan yang bersedia mendaftar terlebih dahulu, selanjutnya akan dievaluasi untuk menentukan karyawan yang dapat mengikuti programini. 

Adapun tahapan pelaksanaan program Pensiun adalah sebagai berikut:

  • Mei – Juni 2024 Sosialisasi program kepada karyawan
  • 4 – 22 Juni 2024 Pembukaan pendaftaran program Pensiun Dini
  • 10 – 22 Juni 2024 Konseling dan Persiapan Masa Pensiun Dini
  • 24 Juni 2024 Evaluasi dan penetapan peserta Pensiun Dini
  • 1 Juli 2024 Penyampaian informasi kepada peserta Pensiun Dini
TagsTelkom

Leave a reply

Iconomics