Standard Chartered: Volume Perdagangan Kawasan Asia, Afrika dan TimTeng Diperkirakan Menyumbang 40% Perdagangan Global
Laporan penelitian Standard Chartered “Future of Trade 2030: New growth corridors” memproyeksikan bahwa perdagangan global akan mencapai US$32,6 triliun dengan tingkat pertumbuhan 5% hingga tahun 2030.
Adapun koridor perdagangan di Asia, Afrika, dan Timur Tengah akan melampaui rata-rata tingkat pertumbuhan perdagangan global sebesar 4%. Volume perdagangan gabungan di kawasan tersebut diperkirakan mencapai US$14,4 triliun, dan menyumbang sebesar 44% pada jumlah total perdagangan global hingga tahun 2030.
Indonesia akan menjadi pendorong utama pertumbuhan perdagangan global ini, dengan tingkat ekspor yang diproyeksikan mencapai US$427 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 7%.
|
Koridor |
Ekspor (US$ 2030 pertumbuhan per tahun) |
Impor (US$ 2030 pertumbuhan per tahun) |
| India | 46 miliar (9.8%) | 14 miliar (10.6%) |
| Malaysia | 19 miliar (9.2%) | 12 miliar (9.0%) |
| Vietnam | 14 miliar (8.8%) | 8 miliar (10.2%) |
| Singapura | 39 miliar (8.3%) | 80 miliar (8.6%) |
| Mainland China | 82 miliar (6.3%) | 92 miliar (7.0%) |
Indonesia berambisi untuk meningkatkan ekspor dengan lebih memajukan aspek teknologi dan keberkelanjutan di masa mendatang. Indonesia juga berusaha untuk menarik lebih dari US$50 miliar dalam investasi asing langsung untuk kegiatan manufaktur terkait pada Kawasan Ekonomi Khusus selama sepuluh tahun mendatang. Kebijakan ini akan membantu Indonesia memajukan pulau-pulau yang kurang berkembang secara ekonomi, mendiversifikasi jaringan industrinya,dan memberi para bisnis sebuah opsi pilihan wilayah-wilayah produksi dengan wilayah yang lebih terjangkau.
| Sektor | Pangsa ekspor
(2030) |
CAGR 2021-2030 CAGR |
| Logam dan mineral | 35% | 6.8% |
| Pertanian dan pangan | 21% | 7.7% |
| Tekstil dan pakaian | 10% | 6.4% |
Tinjauan global: Asia, Afrika, dan Timur Tengah Merupakan Koridor dengan Pertumbungan yang Tinggi
| Koridor | CAGR (2021-2030) |
Ukuran (USD 2030) |
| Intra – ASEAN | 8.7% | 0.8 triliun |
| Asia Selatan – ASEAN | 8.6% | 0.3 triliun |
| Asia Selatan – Afrika | 8.2% | 0.2 triliun |
| Asia Selatan – Timur
Tengah |
7.0% | 0.5 triliun |
| Asia Timur – ASEAN | 6.3% | 2.1 triliun |
| Intra – Asia Timur | 3.4% | 2.2 triliun |
Riset ini juga mencakup survei terhadap lebih dari 100 pimpinan bisnis global di 13 wilayah yang mengungkapkan hal-hal berikut sebagai tantangan utama mereka meliputi meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik (54%); harga energi dan komoditas yang tinggi dan fluktuatif (52%); kualitas infrastruktur yang buruk (46%); inflasi tinggi (45%); dan sanksi, tarif, larangan ekspor (44%)
Informasi lainnya yang disampaikan bahwa pada tahun 2030, peningkatan penerapan solusi keuangan rantai pasokan digital dapat mendorong ekspor sebesar 7,5% di 13 wilayah yang disurvei, atau peningkatan senilai US$791 miliar. Solusi keuangan rantai pasokan digital juga dapat membantu mendorong aspek keuangan yang lebih inkulsif serta keikusertaan oleh usaha kecil dan menengah (UKM), membantu perusahaan dalam mematuhi kriteria aspek ESG dan mengurangi risiko penipuan dan biaya pemantauan.
Global Head, Transaction Banking, Standard Chartered, Michael Spiegel mengatakan perdagangan global akan mendorong pertumbuhan di dekade berikutnya. Pihaknya berkomitmen untuk membantu para klien kami dalam meningkatkan akses terhadap pembiayaan dan mencapai tingkat kepatuhan aspek ESG yang sesuai di seluruh rantai pasokan mereka.
“Solusi keuangan rantai pasokan digital akan memainkan peran yang penting dalam mencapai tujuan ini dan memungkinkan pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan di negara-negara berkembang,” kata Michael dalam keterangan resminya.