Kepesertaan BI-FAST Terbuka untuk Semua Bank dan Lembaga Selain Bank
Ilustrasi/BI
Sementara calon peserta untuk tahap kedua pada Januari 2022 adalah:
- Bank Sahabat Sampoerna
- Bank Harda International
- Bank Maspion
- Bank KEB Hana Indonesia
- Bank Rakyat Indonesia Agroniaga
- Bank Ina Perdana
- Bank Mandiri Taspen
- Bank Nationalnobu
- Bank Jatim UUS
- Bank Mestika Dharma
- Bank Jatim
- Bank Multiarta Sentosa
- Bank Ganesha
- Bank OCBC NISP UUS
- Bank Digital BCA
- Bank Sinarmas UUS
- Bank Jateng UUS
- Standard Chartered Bank
- Bank Jateng
- BPD Bali
- BPD Papua
- Kustiodian Sentral Efek Indonesia
(KSEI
Terkait dengan penyediaan infrastruktur oleh peserta, Perry mengatakan, dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta itu sendiri dan bisa juga secara afiliasi atau bergabung dengan yang lain maupun juga berbagi/sharing antara peserta dan pihak ketiga sesuai persyaratan yang berlaku.
Pada tahap awal ini, nominal transaksi yang dapat diproses oleh BI-FAST adalah Rp250 juta per transaksi. Perry mengatakan batas maksimal ini akan dievaluasi secara berkala.
Ada pun biaya transaksi per transaksi adalah Rp19 per transaksi dari Bank Indonesia ke peserta. Sementara dari peserta ke nasabah maksimal sebesar Rp2.500 per transaksi.
Perry mengatakan angka Rp19 per transaksi untuk dari BI ke peserta dipilih karena waktu implementasi BI-FAST ini ditetapkan pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia bulanan pada 19 Otober 2021. “Ini bukan masalah harga. Tetapi adalah bagaimana Bank Indonesia dan kita semua menyediakan layanan bagi masyarakat,” ujar Perry.
Sedangkan biaya dari peserta ke nasabah sebesar Rp2.500 per transaksi, menurut Perry masih lebih murah dibandingkan dengan biaya pada Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang sebesar Rp2.900 per transaksi. Perry mengatakan dibandingkan SKNBI, manfaat yang diperoleh nasabah dari BI-FAST jauh lebih besar yaitu lebih cepat dan mudah. Transaksi BI-FAST juga berlangsung selama 24 jam 7 hari, sementara SKNBI hanya dari pagi sampai sore.
Karena Rp2.500 adalah biaya maksimal, Perry mengatakan, peserta bisa menetapkan biaya yang lebih murah. Biaya transaksi, kata Perry, juga akan dievaluasi secara berkala dengan arah lebih murah.
Halaman Berikutnya