PTPP Kerjakan Proyek Kementerian Kominfo di Depok, Jabar
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad (tengah)/Dok. PTPP
PT PP (Persero) Tbk mengerjakan proyek pembangunan konstruksi dan pengembangan Laboraturium Pusat Pengujian Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BBPPT yang dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republika Indonesia.
Pembangunan proyek pengembangan Laboraturium Pusat Pengujian TIK BBPPT ini berlokasi di Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat. Proyek yang dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut memiliki lingkup pekerjaan, antara lain: pembangunan gedung laboraturium, gudang, gedung kantor pelayanan & administrasi, masjid, gedung serbaguna, loading dock, gedung utilitas, dsb. Pembangunan proyek tersebut akan dilaksanakan selama 293 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.
“Laboratorium Pusat Pengujian TIK Kemekominfo RI dengan luas bangunan 4.816 meter persegi dan total lima gedung serta fasilitas lainnya akan mulai dibangun oleh PTPP hari ini,” kata Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dalam keterangan tertulis.
Ia mengatakan sebagai kontraktor utama pengembangan laboratorium, PTPP akan bekerja sebaik mungkin sesuai standar kualitas dan safety yang dimiliki.
“Kami akan selalu menjaga kepercayaan para pemilik proyek dengan terus berkomitmen untuk tetap memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan harapan customer dan menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek ini tepat waktu, yaitu di akhir Desember 2022 ini,” kata Novel.
Ia mengatakan PTPP siap untuk terus mendukung Kemenkominfo dan mewujudkan tiga fungsi utama BBPPT yaitu protect, gate, dan spectrum management untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan industri. Ia yakin hadirnya BBPPT dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi brilian dari generasi muda Indonesia.
Laboratorium pusat pengujian perangkat TIK BBPPT dikembangkan untuk menjawab tuntutan masyarakat dan industri dimana kualitas dan kuantitas dapat terpenuhi. Selain itu, pengembangan laborasehingga dapat sesuai dengan regulasi yang ada baik nasional maupun internasional sehingga menjadi laboraturium pengujian bertaraf internasional (World Class Testing Laboratory) dan memperhatikan upaya mendukung pelestarian lingkungan dengan sarana dan prasarana harus lengkap dan berstandar serta berkonsep green laboratory.
Penambahan sarana prasarana pengujian dan kalibrasi melalui pembangunan laboratorium pusat pengujian TIK diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar internasional. Selain itu, penambahan tersebut perlu difasilitasi dengan lokasi dan ruang yang mengacu pada ketentuan internasional.