Riset OCBC NISP Mengungkap Kesehatan Keuangan Generasi Muda, Simak Gaya Hidupnya

0
514

OCBC NISP Financial Fitness Index (FFI) 2023 menunjukkan bahwa skor kesehatan finansial generasi muda di Indonesia terus meningkat selama tiga tahun terakhir, meskipun baru keluar dari situasi pandemi.

Skor tahun ini menunjukkan angka 41,16, mengalami kenaikan sebesar 1,10 poin dibandingkan tahun lalu. Namun, meskipun secara umum generasi muda Indonesia terus berusaha memperbaiki kebiasaan finansialnya, masih banyak yang membuat keputusan keliru dalam hal spending.

Riset tersebut menyebut sebanyak 35% mengaku bahwa mereka pernah melakukan pengeluaran lifestyle secara impulsif selama enam bulan terakhir, termasuk konser, travelling, atau belanja berlebihan. Uniknya  lagi, ternyata 60% dari mereka yang impulsif datang dari demografi dengan penghasilan Rp5 sampai 8 juta per bulan. Hal ini juga yang mengakibatkan skor finansial mereka yang memiliki pendapatan Rp5-8 juta mengalami penurunan. Meskipun begitu, persentase generasi muda yang menghabiskan uang demi gaya hidup sudah menurun sebesar 3% menjadi 73%, dari angka tahun lalu yang menunjukkan angka 76%.

“Melalui riset ini, kami ingin menyampaikan bahwa sehat finansial itu bisa dicapai oleh semua kalangan, terlepas dari latar belakang dan status subekonomi mereka. Semua orang tentu memiliki kebutuhan hiburan atau lifestyle, dan memenuhi kebutuhan tersebut bukanlah hal yang negatif. Namun, generasi muda harus pintar menyiasati agar keinginan tidak mengorbankan kebutuhan dasar lainnya. Dengan begitu, kami menyerukan bahwa lifestyle terus jalan, investasi tetap aman, dan jadi #FinanciallyFit bisa dilakukan bersamaan, selama pembagian dananyasudah benar dengantidak mengorbankan dana darurat atau investasi,” kata Amir Widjaya, EVP Marketing & Lifestyle Business Division Head Bank OCBC NISP dalam keterangan resminya.

Baca Juga :   Pertamina Catatkan Laba Sebesar Rp 72,7 T di 2023 atau Naik 17% Dibanding 2022

Riset ini juga mengungkap ternyata jumlah generasi muda yang menganggap definisi “kaya” adalah mereka yang sering liburan, naik sebesar 350% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, mereka yang yang percaya bahwa definisi “kaya” berkaitan dengan hal-hal yang bersifat non-investasi, seperti rumah mewah atau fashion bermerek atau pun sering travelling/konser, memiliki skor kesehatan finansial yang rendah.

Di sisi lain, mereka yang mengaitkan “kaya” dengan memiliki produk investasi seperti emas, properti yang disewakan, produk bank lainnya, memiliki skor finansial yang lebih sehat.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics