Anggota Komisi I Sebut Beberapa Hal Ini Jadi PR Jenderal Andika sebagai Calon Panglima
Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha/Iconomics
Komisi I DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadapa calon Panglima TNI secara tertutup. Pasalnya, rapat atau sidang uji kelayakan dan kepatutan tersebut menyangkut soal rahasia negara sehingga tidak mungkin dibuka secara umum.
“Kalau tertutup pasti dia mau terbuka, kalau terbuka pasti dia mau tertutup. Karena ini menyangkut masalah-masalah negara. Masa masalah negara diketahui dari media, berapa jumlah peluru, berapa jumlah kapal perang, berapa jumlah pesawat tempur. Itu tidak bisa terbuka,” kata anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha kepada wartawan di Komplesks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/11).
Syaifullah mengatakan, Panglima TNI yang baru nanti diharapkan bisa membenahi khususnya soal kesejahteran prajurit dan disiplin TNI yang sempat beberapa kali bersitegang dengan Polri. Juga diharapkan bisa bekerja sama dan mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar anggaran terkait pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dapat dilakukan secara transparan.
“Jadi tidak ada makelar. Atau mafia alutsista. Jadi kita harapkan alutsista yang kurang itu bisa dilengkapi. Terutama persenjataan yang mengawal Natuna Utara terhadap serangan dari negara lain termasuk dari Tiongkok,” ujar Syaifullah.
Syaifullah juga menginginkan agar Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI mempunyai program-program yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
“Kemudian yang ketiga bagaimana menegakan disiplin TNI dalam menghadapi masalah di Papua, agar tidak berbenturan dengan masalah hak asasi manusia,” katanya.