Komisi XI DPR Dukung BRI Jalankan Ekspansi Kredit pada 2023

0
146
Reporter: Rommy Yudhistira

Komisi XI DPR mendukung upaya PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero) Tbk menjalankan strategi kinerja bisnis 2023 yang diarahkan pada ekspansi kredit. Ini untuk memperkuat value chain dan memaksimalkan potensi bisnis ekosistem BRI.

“Mengoptimalkan kontribusi pendapatan negara, memperkuat fungsi intermediasi pada sektor-sektor yang dapat menyerap tenaga kerja melalui penguatan UMKM, mempercepat pemulihan ekonomi nasional, UMKM, kredit usaha rakyat (KUR), dan mendukung peningkatan industri pengolahan yang berdampak kepada kesejahteraan rakyat,” kata Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi di Kompleks Parlemen, Selasa (24/1).

Fathan mengatakan, BRI diminta untuk tetap menjaga keamanan transaksi dan perlindungan data nasabah, terutama di dalam ranah digital. BRI juga diminta untuk memitigasi risiko terhadap kondisi likuiditas valuta asing (dolar), seiring dengan kenaikan bunga Fed fund rate, serta tetap menjaga kualitas aset dalam menghadapi risiko kenaikan inflasi, dan perlambatan ekonomi.

“Dalam restrukturisasi kredit dan penghapusbukuan harus menjalankan prinsip-prinsip tata kelola yang baik good corporate governance (GCG),” ujar Fathan.

Baca Juga :   Komisi VI Minta BUMN Transportasi Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2023

Sementara itu, Direktur Utama PT BRI Sunarso mengatakan, pihaknya telah merencanakan mitigasi risiko dan strategi untuk menghadapi kenaikan inflasi dan suku bunga, serta perlambatan ekonomi. Pertama, BRI akan mengambil langkah, dengan mengendurkan loan portfolio guideline (LPG), sebagai pedoman untuk strategi pertumbuhan.

“Ini kondisi yang paling kita idam-idamkan, jika ekonomi mulai pulih, inflasi terkendali, kualitas pinjaman membaik, maka ini kasarnya adalah strategi gaspol. jadi kalau begitu untuk bisa gaspol loan portfolio guideline yang kita kendorkan, sebagai pedoman untuk strategi pertumbuhan. Lebih fokus ke pertumbuhan,” ujar Sunarso.

Kedua, BRI berupaya untuk menurunkan coverage ratio, enhance risk-based pricing model, guna meningkatkan daya saing produk dan ketiga, BRI akan menerapkan optimalisasi write offs, untuk recovery rate yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Sunarso memastikan BRI tetap berkomitmen untuk menumbuhkan kredit, dan mengajak masyarakat untuk memperkuat konsumsi dalam negeri baik dari sisi barang maupun jasa. Dengan tingginya tingkat konsumsi dalam negeri, maka hal tersebut dapat mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja.

Baca Juga :   BRI Ungkap Berbagai Jalan Ditempuh untuk Naikkan Kelas UMKM

“Terima kasih atas support-nya, bahwa memang tahun 2023 ini tidak mudah, tetapi rasanya sih kita semua Insya Allah dapat mengatasi ini. Saya hanya memberikan clue saja, bahwa inflasi yang tinggi ini memang harus dikendalikan, tetapi kita jangan melupakan pertumbuhan, sehingga pengendalian inflasi penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah mengendalikan inflasi dan tetap menjaga pertumbuhan,” tutur Sunarso.

Leave a reply

Iconomics