Sikap Gerindra kepada Kader Sekaligus Bupati Pati Sudewo yang Arogan
Kepengurusan DPP Partai Gerindra periode 2025-2030/Dok. Ist
Partai Gerindra langsung bersikap kepada kadernya karena buntut dari kericuhan yang terjadi di Pati, Jawa Tengah. Bupati Pati, Sudewo merupakan kader Partai Gerindra.
Selama memimpin Pati, warga menilai sikap Sudewo arogan sehingga memicu aksi protes massa pada Rabu (13/08/2025). Oleh karena itu, Pengurus Pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prasetyo Hadi menyebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono telah membina Bupati Pati, Sudewo.
Prasetyo, yang juga Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra, menyebut telah membina secara langsung Bupati Sudewo.
“Gerindra secara internal, kebetulan karena kami juga berada di partai yang sama, itu kami lakukan. Pembinaan itu, kita lakukan baik dari Pak Sekjen Sugiono, maupun melalui Ketua DPP, kami sendiri pun juga selaku ketua organisasi juga melakukan proses pembinaan,” kata Prasetyo Hadi di sela-sela kegiatannya di Jakarta, Rabu (13/08/2025).
Pembinaan yang dimaksud oleh Prasetyo adalah imbauan agar sebagai seorang pejabat publik, setiap kader partai harus senantiasa berhati-hati terutama dalam bersikap dan bertutur kata di hadapan publik. Apalagi itu menyangkut kebijakan yang kemudian memancing reaksi publik.
“Sebagai pejabat publik, apalagi juga membawa nama baik partai di situlah memang kita harus berhati-hati, dan dalam perjalanannya juga kita lihat Pak Bupati juga menyampaikan permohonan maaf ya terhadap statement yang mungkin itulah yang menyebabkan munculnya dinamika yang terjadi sekarang di Kabupaten Pati,” kata Prasetyo.
Prasetyo mengungkap Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, juga telah memonitor situasi di Pati. Terutama setelah kebijakan Sudewo menaikkan pajak bumi dan bangunan hingga 250% diprotes masyarakat dan akhirnya kenaikan pun dibatalkan.
Presiden Prabowo, menurut Prasetyo, menyayangkan situasi yang terjadi di Pati. Ratusan ribu massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memenuhi jalanan di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah untuk berunjuk rasa menuntut Sudewo mundur.
Aksi itu berujung ricuh, terutama saat Bupati Sudewo muncul di tengah-tengah massa dan hendak mendengarkan aspirasi demonstran.
Justru kehadiran Sudewo memicu kemarahan publik. Hal ini terlihat dari aksi lemparan sandal dan botol plastik air minum kemasan ke arah Sudewo. Kepolisian kemudian membubarkan aksi unjuk rasa tersebut, dan menangkap 11 demonstran.