Di Masa Covid-19, Industri Oleochemical Alami Pertumbuhan di Semester I/2020

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
132

Ilustrasi industri oleochemical/Istimewa

Industri oleochemical mengalami pertumbuhan kinerja signifikan sepanjang pertengahan awal 2020, baik secara ekspor maupun domestik. Pertumbuhan tersebut mencapai 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu walau saat bersamaan ekspor produk minyak kelapa sawit terkontraksi 11% sepanjang Semester I/2020.

“Ini menarik, mungkin kaitannya dengan urusan pandemi yang membutuhkan hand sanitizer, disinfektan dan lainnya,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono saat telekonferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (12/8).

Joko mengatakan, secara domestik permintaan produk oleochemical juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang Semester I/2020 tercatat penjualan naik 39,5% secara tahunan. Secara total, konsumsi domestik terhadap produk kelapa sawit hanya tumbuh 2,9% pada periode yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat mengatakan, karena pandemi Covid-19, permintaan akan produk-produk oleochemical seperti hand sanitizer, disinfektan dan produk-produk sanitasi lainnya mengalami lonjakan baik secara domestik maupun global.

“Jadi betul bahwa hampir seluruh penduduk dunia saat ini mengantong alat sanitizer. Jadi wajar, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri, produk-produk oleochemical mengalami peningkatan,” kata Rapolo.

Baca Juga :   Dexa Medica Gandakan Donasi Obat-obatan Pasien Covid-19

Konsumsi domestik terhadap produk oleochemical, kata Rapolo, mendekati 1 juta ton per tahun untuk 2019. Diperkirakan hingga akhir 2020, konsumsi domestik akan produk oleochemical dapat mencapai hingga 1,6 juta ton, atau naik 38% dibanding tahun sebelumnya. Untuk Semester I/2020, konsumsi domestik terhadap produk oleochemical mencapai 674 ribu ton.

“Tahun lalu total konsumsi kita untuk produk oleokimia mendekati 1 juta ton per tahun. Berdasarkan data Januari hingga Juni ini, kita sudah mendekati di angka 1,6 juta ton nanti di akhir tahun ini. Ada peningkatan kurang lebih 38% dari tahun lalu ke 2020 ini,” katanya.

 

Leave a reply