Wamen BUMN: Peran Big Data dan AI Mentranformasi Industri Kesehatan

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
78

Wamen BUMN dan Dirut PertaminaWakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kanan)/The Iconomics

Teknologi data raksasa dan kecerdasan buatan bisa membantu industri kesehatan dalam bertransformasi untuk memperbaiki layanan kesehatan di Indonesia. Kecerdasan buatan, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi dini penyakit terhadap pasien.

Sedangkan, data raksasa, kata Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, bisa digunakan untuk memanfaatkan keanekaragaman biologi dari bangsa Indonesia. Keanekaragaman ras bangsa Indonesia ini dapat dimanfaatkan untuk mengkoleksi data klinis dan genome melalui data raksasa untuk kemudian dikembangkan agar dapat mendeteksi penyakit baru.

Selain itu, kata Budi, pemanfaatan teknologi ini perlu digunakan untuk mengoptimalisasi proses tes diagnostik, khususnya terhadap virus Covid-19. Soalnya, untuk melakukan tes saat ini membutuhkan alat polymerase chain reaction (PCR) yang sangat mahal. Apabila data dan hasil tes dapat dibagikan secara luas melalui digital, kemudian layanan telemedicine dapat diterapkan para dokter untuk menolong pasien yang berada di daerah-daerah terpencil.

“Kalau kita bisa bagikan melalui internet, bagikan semua datanya dan hasil tesnya bisa membantu untuk melakukan analisis dan membantu pasien untuk berdiskusi dengan para dokter,” kata Budi saat telekonferensi secara virtual, Rabu (20/5).

Baca Juga :   Transformasi Bisnis Sarinah: Jadi Pusat Belanja UMKM dan Merek Lokal

Data raksasa, kata Budi, ke depannya dapat menggunakan clinical data dan genome data untuk membuat modeling obat-obatan dan vaksin yang sifatnya preventif. Dengan demikian, industri kesehatan nasional dapat lebih siap dalam menghadapi virus dan penyakit baru di masa yang akan datang.

Di kesempatan itu, Budi menyampaikan apresiasinya kepada PT Telkom Indonesia (Persero) yang melalui perusahaan modal venturanya, MDI Ventures, telah berinvestasi di perusahan-perusahaan rintisan (startups) yang berada di ekosistem kesehatan, antara lain Alodokter, Opsigo (startup booking kamar rumah sakit), dan Heals (startup manajemen rumah sakit).

Dari sisi teknologi, Telkom telah berinvestasi di Volantis yang merupakan startup berfokus di data raksasa dan Kata.ai yang merupakan startup yang berfokus pada kecerdasan buatan.

Untuk mendukung inisiatif tersebut, Budi mengumumkan dan menyetujui agar capex untuk MDI dinaikkan dari US$ 100 juta menjadi US$ 500 juta. Dengan injeksi dana tersebut, Budi berharap MDI dapat berinvestasi pada startups yang dapat masuk ke dalam ekosistem BUMN dan memanfaatkan peluang yang dihadirkan oleh situasi pandemi ini untuk mengembangkan solusi-solusi cerdas yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Baca Juga :   Antara Usulan Pansus dan Harapan Kementerian BUMN soal Jiwasraya

Soal BUMN, Budi menyinggung 2 holding BUMN yang berkaitan dengan industri kesehatan. Pertama holding farmasi BUMN yang terdiri atas PT Biofarma (Persero) Tbk sebagai induk perusahaan, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk dan PT Phapros Tbk. Kemudian holding rumah sakit BUMN dengan PT Pertamedika IHC sebagai perusahaan induknya.

“Tidak banyak yang tahu bahwa BUMN sebetulnya memiliki jaringan rumah sakit yang lebih besar daripada Kalbe dan Siloam. Kita memiliki 70 rumah sakit dengan 7.000 tempat tidur. Ini memang menurut saya kecerdasan buatan dan data raksasa bisa berperan,” katanya.

 

 

Leave a reply