Ini Pengakuan Para Mitra Setelah Mandiri API Diluncurkan

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
114

Bank MandiriIlustrasi gedung Bank Mandiri/Kompas.com

PT Bank Mandiri (Persero) berupaya mewujudkan layanan jasa perbankan modern berbasis digital. Karena itu, Bank Mandiri getol mengadopsi teknologi finansial dalam rangka mewujudkan perbankan modern berbasis digital itu.

Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunadi, pihaknya setidaknya menyusun strategi digitalisasi yang terdiri atas 4 aspek. Keempat aspek itu adalah mendigitalkan proses internal; membangun native digital product; membangun infrastruktur teknologi dan digital; serta membangun kolaborasi dengan ekosistem digital pihak ketiga melalui Application Programming Interface (API) dan open banking.

Dalam rangka mewujudkan open banking, kata Hery, Bank Mandiri telah meluncurkan Mandiri API untuk memudahkan pertukaran informasi serta mengintegrasikan layanan dan produk perbankan yang dimiliki oleh Bank Mandiri pada platform digital milik mitra. “Ini merupakan salah satu milestone Mandiri sesuai dengan visi kita menjadi modern digital bank. Tentu salah satunya adalah kemampuan kita untuk membangun platform digital, termasuk API ini,” kata Hery saat memberi sambutan pada acara webinar, Senin (14/9).

Pengembangan platform API dari Bank Mandiri telah membawa berbagai keunggulan dan kemudahan bagi para platform digital seperti e-commerce, dompet digital dan para penggunanya.

Baca Juga :   Akulaku Bidik UMKM dan Pembiayaan Kendaraan Bermotor di 2020

Soal itu, CEO DANA Vincent Iswara, misalnya, mengakui salah satu produk API Bank Mandiri yaitu Mandiri Direct Debit telah membawa kemudahan dan memenuhi kebutuhan para pengguna di era banking 4.0 ini. Pengguna tentu saja menginginkan suatu layanan yang cepat dan instan.

Dengan direct debit API, kata Vincent, pengguna tidak perlu lagi melakukan top-up saldo atau membuka platform lain, karena sudah terkoneksi secara langsung dengan kartu debit dan pengguna bisa bertransaksi secara cepat. “Kita juga bersama-sama memproteksi data dan transaksi dari pengguna. Kita melihat ini akan meningkatkan transaksi digital karena semuanya sudah bisa realtime,” ujar Vincent.

Sementara CEO LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, Mandiri API sangat bermanfaat di masa pandemi ini karena membuat pengalaman pengguna menjadi lebih terintegrasi dan mulus. Melalui platform tersebut, pengguna LinkAja dapat melakukan top-up e-money dan juga menghubungkan kartu debitnya langsung ke LinkAja dengan mudah.

“Respons sangat baik terutama di masa-masa pandemi ini karena dengan Mandiri API ini user experience menjadi seamless. Jadi orang tidak perlu bolak balik antara aplikasi berbeda. Semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi LinkAja,” kata Haryati.

Baca Juga :   Tantangan dan Strategi Kementerian Bawa BUMN ke Pasar Global

Dengan diluncurkannya Mandiri API, Bank Mandiri juga bersiap menyalurkan pembiayaan secara digital kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan berkolaborasi dengan fintech dan e-commerce melalui open banking. Soal ini, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, hal tersebut telah direspon sangat baik oleh para pelapak di platform karena mereka dapat memperoleh permodalan dari institusi terpercaya secara mudah dan dengan nilai pinjaman yang cukup tinggi.

Partnership dengan Bank Mandiri ini spesial, karena Bank Mandiri adalah institusi perbankan terpercaya, dan jika di-support oleh Bank Mandiri, para pelapak ini lebih mendapatkan kredibilitas karena selama ini mereka yang dianggap usaha unbankable menjadi bankable,” kata Rahmat.

Sementara itu Co-founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison menimpali, suatu perusahaan teknologi seperti Tokopedia tidak dapat berdiri sendiri dan harus berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti Bank Mandiri. Melalui kerja sama antara kedua perusahaan besar ini, hampir 100 juta pengguna Tokopedia dapat tersentuh layanan perbankan Bank Mandiri seperti top-up e-money dan Mandiri Klik Pay.

Leave a reply